Breaking News:

Sapi Kena PMK Bakal Diberi Obat, Bupati Kuningan Sebut Hewan Kurban Akan Punya Sertifikat sehat

Vitamin dan obat - obatan siap diberikan kepada hewan ternak, sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kaku (PMK).

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Foto tangkapan video
Petugas kepolisian Kuningan mendatangi kandang sapi milik warga di Cigugur, Selasa (17/5/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Vitamin dan obat - obatan siap diberikan kepada hewan ternak, sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kaku ( PMK).

"Untuk pemberian vitamin dan obatan, kami sudah kordinasikan dengan dokter hewan untuk memberikan pelayanan medis pada sapi terjangkit PMK," kata Bupati Acep Purnama di sela kegiatan tadi, Kamis (2/6/2022).

Kasus sapi terjangkit PMK, Acep mengaku hingga saat ini terus dilakukan pemantauan.

Hal itu diberikan sebagai upaya penyembuhan serta pencegahan terhadap penyebaran PMK.

"Saya kira, kasus PMK di Kuningan tidak terlalu banyak. Namun, yang terjadi hanya di kandang tertentu dan ini sedang dalam penanganan. Terus juga, Sapi PMK itu aman di makan dan hanya bagian tertentu saja yang baik tidak di makan," katanya.

Petugas kepolisian Kuningan mendatangi kandang sapi milik warga di Cigugur, Selasa (17/5/2022).
Petugas kepolisian Kuningan mendatangi kandang sapi milik warga di Cigugur, Selasa (17/5/2022). (Foto tangkapan video)

Kemudian, masih kata Acep soal pelaksanaan Idul Kurban, di sejumlah wilayah perbatasan ini akan dilakukan check poin. Terutama pembuatan posko cek poin di wilayah selatan.

"Untuk mencegah penyebaran PMK pada hewan lain, jelang Idul Adha itu kami akan bangun pos cek poin terutama di wilayah perbatasan daerah selatan ya, ini untuk memaksimalkan pengawasan serta pencegahan terhadap PMK pada hewan nanti," katanya.

Dalam kebijakan Idul Kurban, Acep mengaku bahwa nanti setiap hewan siap kurban itu memiliki sertifikat sehat atau bebas PMK.

"Ya untuk hewan siap kurban, kita akan atur sekaligus pemeriksaan. Jadi, ketika hewan siap kurban bisa dilakukan penyembelihan itu akan dilengkapi sertifikat," katanya.

Sekedar informasi, jumlah kasus sapi terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Kuningan main bertambah.

Alasan itu, sejumlah Anggota DPRD Kuningan mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian pada para pemilik sapi yang terkena musibah non alam tersebut.

"Untuk Komisi II DPRD Kuningan, kami akan mendesak pemerintah bisa mengeluarkan anggaran biaya tak terduga atau BTT," ungkap Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Muhammad Apip Firmansyah, Senin (30/5/2022).

Sependapat dengan Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Ali Akbar menjelaskan, bentuk perhatian segera diberikan itu karena kalangan peternak atau pemilik sapi itu jelas mengalami kerugian cukup besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved