Breaking News:

Kaki Pemuda 19 Tahun Penodong Minimarket di Indramayu Ditembak karena Sempat Bahayakan Polisi

DP tampak pincang penodong minimarket kaki kanannya dilakukan tindakan tegas terukur oleh polisi karena mencoba membahayakan petugas saat ditangkap.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Pelaku penodongan minimarket saat dipamerkan polisi saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (2/6/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Polisi menggelar jumpa pers terkait kasus penodongan sebuah minimarket di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

DP, pemuda berusia 19 tahun pelaku penodongan pun dihadirkan di lokasi jumpa pers dengan memakai baju tahanan oranye.

Dihadapan awak media, pemuda warga Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu itu pun hanya mampu menundukan dengan kepala tertutup.

Saat digiring polisi, DP tampak pincang. Kaki kanannya dilakukan tindakan tegas terukur oleh polisi karena mencoba membahayakan petugas saat ditangkap.

Kapolres Indramayu, AKBP Lukman Syarif mengatakan, kurang dari 7 jam setelah melakukan kejahatan, pelaku langsung diringkus polisi.

Baca juga: Pemuda 19 Tahun Todong Kasir Minimarket di Tempat Kerjanya Dulu, Diringkus Polisi Kurang dari 10 Jam

Polisi saat menangkap pelaku penodongan minimarket di Mapolres Indramayu, Rabu (1/6/2022)
Polisi saat menangkap pelaku penodongan minimarket di Mapolres Indramayu, Rabu (1/6/2022) (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Jadi tersangka ini sudah tahu jam operasional dari minimarket tersebut, karena yang bersangkutan ini adalah mantan karyawan di sana," ujar dia didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah, Kamis (2/6/2022).

AKBP M Lukman Syarif mengatakan, pelaku melakukan kejahatan tersebut pada Selasa (31/5/2022) pukul 22.40 WIB. 

Pada jam tersebut pelaku mengetahui karyawan tengah menghitung uang hasil penjualan dalam sehari.

Pelaku lalu menodongkan senjata tajam dan merampas uang senilai Rp 20 juta.

Sebanyak Rp 800 ribu di antaranya sudah digunakan pelaku untuk foya-foya dengan membeli minuman keras.

Kemudian pada hari Rabu 1 Juni 2022 sekira jam 03.00 WIB pelaku berhasil ditangkap atau hanya butuh waktu kurang lebih 4 jam.

Masih disampaikan AKBP M Lukman Syarif, pelaku melakukan tindak kejahatan karena kecanduan judi sloot online.

Kini, pelaku mesti mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) point 1 KUHP. 

"Dengan ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," ujar dia.

Baca juga: Pemuda di Indramayu Todong Pegawai Minimarket, Rp 20 Juta Dipakai Beli Miras & Foya-foya

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved