Suhu di Tanah Suci Bisa Capai 45 Derajat, Jemaah Haji Disarankan Selalu Minum Agar Tak Dehidrasi
Para jemaah haji yang berangkat tahun ini diimbau untuk selalu minum, jangan tunggu haus
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Para jemaah haji yang berangkat tahun ini diimbau untuk selalu minum, jangan tunggu haus karena suhu di Makkah Arab Saudi diprediksi sedang tinggi.
Kepala Dinas Kabupaten Bamdung, Grace Mediana, mengungkapkan pihaknya menyampaikan materi terkait kesehatan pada manasik haji.
"Salah satu materi yang kami sampaikan karena diperkirakan kegiatan puncak ibadah haji atau di armusna (arofah, musdzalifah,mina) suhu diperkirakan akan lebih tinggi bisa di atas 45 derajat celcius," ujar Grace Mediana, setelah pembukaan manasik haji, di Goor Indor Kabupaten Bandung, Selasa (31/5/2022).
Grace mengatakan, sehingga materi yang disampaikan adalah, seperti yang disampaikan oleh pusat pengendalian haji, yakni jangan tunggu haus.

"Jadi kami mengingatkan kepada calon jemaah ibadah haji, untuk selalu minum, atau dengan slogan, jangan tunggu haus," kata Grace.
Grace mengungkapkan, kemudian untuk air minumnya disarankan untuk dicampurkan dengan oralit atau cairan-cairan isotonik.
"Cairan elektrolitnya untuk membantu keseimbangan cairan dalam tubuhnya," tuturnya.
Grace mengungkapkan,npihaknya mengingatkan bahwa untuk selalu membawa APD yang terdiri dari payung, kacamata hitam, kemudian kemudian masker dan semprotan air.
"Sebab diperkirakan suhu yang tinggi, sehingga calon jemaah haji dapat melindungi dirinya, untuk mengurangi dehidrasi dengan selalu minum dan menyemprotkan cairan ke tubuh yang terbuka, seperti kepala, leher, dan tangan," ujar dia.
Grace mengatakan, pihaknya juga menyampaikan tanda-tanda dehidrasi yaitu adanya gejala lemas, ngantuk, mual, pening, untuk segera minum.
"Memang harus selalu minum dengan tagline, jangan tunggu haus," ucapnya.