Breaking News:

Pengakuan Residivis Asal Cirebon yang Menjambret Tas Bibinya Sendiri, Ingin Membeli Sepeda Baru

Residivis kasus pencurian berinisial CRS (33) nekat menjambret bibinya sendiri yang tengah menjenguk orang tuanya yang kebetulan sedang sakit

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kanan), beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Residivis kasus pencurian berinisial CRS (33) nekat menjambret bibinya sendiri yang tengah menjenguk orang tuanya yang kebetulan sedang sakit.

Wajah pria yang berprofesi sebagai penjual baso ikan itu pun tampak hanya tertunduk saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/5/2022).

Raut penyesalan terlihat jelas meski sebagian wajahnya tertutup masker. Ia mengaku khilaf saat menjabret tas bibinya yang berisi uang tunai, ponsel, daj lainnya.

"Saat itu, saya sedang mabuk (minuman keras), dan melihat tas tergeletak di lantai langsung ambil saja, enggak berpikir apa-apa lagi" ujar CRS di hadapan petugas.

Baca juga: Emak-emak di Cirebon Malah Dijambret Keponakan Sendiri Saat Menjenguk Ayah Pelaku, Ini Kronologinya

Padahal, tas tersebut berada persis di samping bibinya. Namun, ia nekat mengambilnya, karena mengetahui tas itu berisi uang tunai dan barang berharga.

Sebab, menurut dia, saat itu ingin membeli sepeda baru sehingga ketika melihat tas bibinya tanpa pikir panjang langsung berniat untuk mengambilnya.

Ia mengatakan, usai membawa kabur tas tersebut sempat bersembunyi di kebun yang berada tak jauh dari rumahnya. Bahkan, CRS juga telah menggunakan uang yang tersimpan di tas bibinya.

"Uangnya baru saya gunakan untuk membeli makan dan rokok, kira-kira Rp 100 ribuan, dan sisanya untuk membeli sepeda baru," kata CRS.

Sementara Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, menyampaikan, tersangka dan korban sempat terlibat aksi tarik-menarik tas, namun talinya terputus.

Bahkan, korban sempat berteriak meminta pertolongan dan sejumlah warga yang mendengarnya berupaya membantu untuk mengejar CRS, tetapi berhasil lolos.

Selain itu, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, di antaranya, tas, ponsel, kartu ATM, KTP elektronik, dan lainnya.

"Tersangka juga dijerat Pasal 365 KUHP juncto Pasal 362 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved