Breaking News:

Diacuhkan Saat Minta THR, Dua Pria Tiba-tiba Keroyok Perangkat Desa di Cirebon

Jajaran Polresta Cirebon berhasil meringkus dua pria berinisial FD dan JM yang terbukti mengeroyok perangkat desa.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kanan), beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon berhasil meringkus dua pria berinisial FD dan JM yang terbukti mengeroyok perangkat desa.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi tepat sehari menjelang Lebaran, yakni Minggu (1/5/2022).

Menurut dia, pengeroyokan tersebut terjadi di salah satu kantor balai desa yang berada di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

"FD dan JM terbukti secara bersama-sama menganiaya korbannya yang merupakan perangkat desa," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Gaji Ke-13 PNS, TNI Polri, Pensiunan Terancam Tak Cair Juli 2022, Ini Jadwal & Besarannya

Ilustrasi Uang THR
Ilustrasi Uang THR (SHUTTERSTOCK/MACIEJ MATLAK via Kompas.com)

Ia mengatakan, penganiayaan itu bermula saat kedua tersangka mendatangi kantor desa dan meminta THR secara paksa kepada korban.

Namun, korban yang saat itu tengah membagikan santunan anak yatim meminta keduanya menunggu hingga kegiatan tersebut selesai.

Baca juga: Emak-emak di Cirebon Malah Dijambret Keponakan Sendiri Saat Menjenguk Ayah Pelaku, Ini Kronologinya

FD dan JM yang merasa diacuhkan secara tiba-tiba mengeroyok korban hingga mengalami sejumlah luka di tubuhnya akibat dipukuli keduanya.

"Setelah kedua tersangka menganiaya korban menggunakan tangan kosong, kemudian pergi meninggalkan balai desa," kata Arif Budiman.

Arif menyampaikan, kejadian tersebut sempat terekam kamera pengawas yang berada di balai desa dan kini rekamannya diamankan sebagai barang bukti.

Saat ini, pihaknua memastikan para tersangka berikut seluruh barang buktinya telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved