Breaking News:

Kasus Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumedang Bertambah, Waspada Penularan ke Sapi Perah

Kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Sumedang bertambah.

Tribun Jabar/Kiki
Kondisi sapi milik peternak di Desa Cilayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Kasus positif penyakit mulut dan kuku ( PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Sumedang bertambah.

Semula, hanya 2 ekor hewan ternak yang dinyatakan positif PMK. Kini, Senin (23/5/2022) sudah 5 ekor ternak. 

"Jenis ternak yang positif PMK adalah sapi potong. Kelima hewan itu 2 ekor di Cilayung, Jatinangor dan 3 ekor di Desa Rancakalong, Rancakalong," kata Nandang Suparman, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sumedang saat diwawancarai TribunJabar.id.

Selain ada kasus positif PMK, Disnakkan juga memiliki data tentang ternak-ternak yang sakit dengan gejala seperti ternak sakit PMK

"Ada 3 ekor ternak bergejala di desa Cilayung Jatinangor, 5 ekor desa Margajaya Tanjungsari, dan 2 ekor desa Sukamukti Tanjungmedar. Semua ternak itu sapi potong," katanya.

Kondisi sapi milik peternak di Desa Cilayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat
Kondisi sapi milik peternak di Desa Cilayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Tribun Jabar/Kiki)

Namun ada yang membahagiakan di tengah merebaknya wabah PMK ini.

Sebanyak 6 ekor sapi yang sebelumnya sakit, kini dinyatakan sembuh. Ternak-ternak itu ada di Desa Cilayung, Jatinangor. 

"Kami telah bentuk Satgas Kewaspadaan Dini dan Pengendalian PMK sejak 9 Mei 2022.  Kami juga telahmemeriksa dan memantau ternak di pasar hewan, kandang bandar, dan peternak sejumlah 1.300 ekor sapi, domba 116 ekor, kambing 38 ekor," ucap Nandang. 

"Kami buat surat edaran untuk meningkatan kewaspadaan PMK. Surat itu ditujukan kepada bandar ternak, pengusaha ternak, KSU Tandangsari Tanjungsari yang anggotanya peternak sapi perah," ujar dia. 

Prosedur umum pencegahan PMK ini adalah dengan isolasi kandang yang ternaknya terjangkit serta menyemprotkan cairan disinfektan. 

"Pemberian vitamin untuk meningkatkan kebugaran tubuh ternak, pemberian analgesik dan antipiretik untuk menghilangkan gejala demam dan nyeri,  pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi sekunder," kata Nandang.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved