Breaking News:

Eno Farihah Gadis Belia yang Tewas Mengenaskan Usai Dirudapaksa, Pelaku Lolos dari Hukuman Mati

Mayat Eno Farihah ditemukan terbaring tanpa busana dan bersimbah darah dengan gagang cangkul yang masih tertancap di bagian tubuhnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Instagram
Beredar foto rotgen Eno Farihah 18, yang dibunuh secara sadis oleh tiga pemuda di messnya, Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNCIREBON.COM - Masih ingat dengan kasus Eno Farihah (19) karyawati pabrik di Kabupaten Tangerang, Banten korban pembunuhan sadis?

Eno Farihah tewas setelah diperkosa kekasihnya sendiri.

Eno Farihah tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam kamar mes karyawan Polyta Global Mandiri, di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8 Dadap, Kecamatan Kosambi, 13 Mei 2016.

Mayat Eno Farihah ditemukan terbaring tanpa busana dan bersimbah darah dengan gagang cangkul yang masih tertancap di bagian tubuhnya.

Belakangan diketahui inisiator dari pemerkosaan yang berujung pembunuhan ini adalah RA (16), yang tak lain adalah pacar korban. 

Beredar foto rotgen Eno Farihah 18, yang dibunuh secara sadis oleh tiga pemuda di messnya, Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Beredar foto rotgen Eno Farihah 18, yang dibunuh secara sadis oleh tiga pemuda di messnya, Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. (Instagram)

Namun RA lolos dari hukuman mati karena statusnya yang merupakan anak di bawah umur. 

Nasib berbeda dialami dua pelaku dewasa lainnya yang divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim.

Polisi menyatakan, pemerkosaaan yang berujung pembunuhan sadis ini bermula saat RA mendatangi kamar Eno Farihah pada Kamis, 12 Mei 2016.

RA datang ke sana sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, RA dan Eno baru berpacaran sekitar satu bulan.

"Di dalam kamar itu, keduanya sempat bercumbu.

Baca juga: Janda Muda Rujuk dengan Mantan Suami, Pria di Sukabumi Ini Nekat Habisi Nyawa Pujaan Hatinya

Perselisihan dimulai saat EF menolak ajakan RA untuk berhubungan badan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo, Senin (16/5/2016).

RA mengaku kesal karena ajakannya untuk berhubungan badan ditolak oleh Eno.

Keesokan harinya, RA pun menemui dua tersangka lainnya, Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24), lalu mengajak mereka menghampiri Eno Farihah lagi ke kamarnya.

"Pas tiga tersangka masuk, korban langsung dibekap, diperkosa, lalu dibunuh. Pacul jadi alat pembunuhan karena awalnya mereka cari pisau tidak ketemu, adanya pacul," tutur Sutarmo.

Pengakuan para tersangka tentang pemerkosaan cocok dengan bukti yang ditemukan polisi di lapangan, yakni banyaknya sperma di kamar korban.

Baca juga: Neneng Habisi Nyawa Selingkuhan Suaminya, Korban Ketahuan SMS Suami Pelaku Tengah Malam

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved