Sapi Limosin yang Suspek Penyakit Mulut dan Kuku di Indramayu Ternyata Berasal dari Daerah Ini
Sapi di Kabupaten Indramayu yang suspek atau diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) berasal dari luar daerah.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sapi Limosin di Kabupaten Indramayu yang suspek atau diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) berasal dari luar daerah.
Sapi tersebut didatangkan dari daerah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dan menular ke sapi lainnya yang ada di kandang.
Secara keseluruhan, ada sebanyak 2 sapi yang diduga terjangkit PMK dan saat ini tengah menjalani isolasi di kandang.
Kondisi tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan hewan di wilayah Desa Tegalsembadra, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Dua Sapi Limosin di Indramayu Diduga Suspek PMK, Ini Gejala-gejala yang Dideritanya
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu pun bakal lebih memperketat lagi lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Pantura Jabar tersebut sebagai bentuk antisipasi lebih lanjut.
"Setiap hewan ternak yang masuk dan keluar Indramayu wajib dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dokter hewan," ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Indramayu, Drh Dian Daju, didampingi Kepala UPTD Rumah Potong Hewan, Drh Arundhina Girishanta kepada Tribuncirebon.com, Selasa (17/5/2022).
Drh Dian Daju menyampaikan, bilamana ada pedagang atau peternak yang mendatangkan hewan ternak dari luar daerah pun diminta untuk segera melapor.
Walau sudah dilengkapi SKKH, petugas dokter hewan Indramayu juga akan melakukan pemeriksaan ulang guna menjamin hewan tersebut benar-benar dalam kondisi sehat.
Mengingat, kata dia, wabah PMK ini sangat diwaspadai karena penularannya bisa sangat cepat yakni sekitar 90-100 persen.
Kabar baiknya, tingkat kematian hewan akibat PMK tidak terlalu tinggi, yakni bekisar antara 5-10 persen.
Oleh karena itu, lanjut dia, jika ada hewan ternak yang mengalami gejala PMK segera untuk melapor ke petugas.
"Hewan-hewan yang terjangkit masih bisa sembuh jika ditangani dengan benar," ujar dia.