Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pemkot Cirebon Tak Berhenti Testing dan Tracing
Dinkes Kota Cirebon dan seluruh puskesmas se-Kota Cirebon juga diminta terus masih melaksanakan testing, tracing, dan treatment
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemkot Cirebon masih melaksanakan testing dan tracing Covid-19 meski secara umum penyebaran kasusnya melandai.
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, upaya tersebut sebagai pencegahan lonjakan kasus Covid-19, khususnya pascalibur Lebaran.
Menurut dia, Dinkes Kota Cirebon dan seluruh puskesmas se-Kota Cirebon juga diminta terus masih melaksanakan testing, tracing, dan treatment (3T).
"3T masih terus berjalan, karena status pandemi Covid-19 belum dicabut," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (17/5/2022).
Baca juga: Luhut Pandjaitan Bicara Situasi Terkini Pandemi Covid-19 Setelah Idul Fitri, Terkendali atau Tidak?
Baca juga: Aturan Terbaru WFH dan Cuti Bagi ASN Jabar, Disesuaikan Dengan Kondisi Penyebaran Covid
Ia mengatakan, secara historis kasus Covid-19 melonjak pascalibur Lebaran sehingga upaya pencegahan penyebaran terus dilaksanakan.
Terlebih, pada Lebaran tahun ini pergerakan masyarakat di Kota Udang cukup tinggi, dan sejumlah pusat keramaian warga juga padat.
Bahkan, saat ini terdapat satu pasien terpapar Covid-19 yang masih diisolasi. Padahal, pada pekan lalu tidak ada pasien atau zero case.
"Kami meminta masyarakat yang merasa sakit, demam, dan lainnya, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat," ujar Agus Mulyadi.
Sementara Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Kartibi, menyampaikan, saat ini tidak ada pasien terpapar Covid-19 yang dirawat di RSD Gunung Jati.
Namun, pihaknya memastikan tenaga kesehatan dan ruang isolasi pasien di RSD Gunung Jati siap merawat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Hingga kini, seluruh pasien yang akan dirawat inap juga diskrining melalui swab test PCR untuk memastikan keamanan bagi semua pihak, khususnya para nakes.
"Saat ini, terdapat 24 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19, dan jika diperlukan maka akan ditambah lagi," kata Kartibi. (*)