Breaking News:

Tagihan Listrik Tiba-tiba Melonjak, Bisa Jadi Gara-gara Salah Pilih Warna Rumah

Tak banyak orang tahu, pemilihan warna rumah ternyata bisa bikin tagihan listrik melonjak.

Tribun Pontianak
Ilustrasi tagihan listrik PLN 

TRIBUNCIREBON.COM- Tak banyak orang tahu, pemilihan warna rumah ternyata bisa bikin tagihan listrik melonjak.

Kita berpikir bahwa tagihan listrik melonjak hanya karena boronya pemakaian alat elektronik di rumah atau bangunan.

Tapi, ternyata warna rumah juga bisa menyebabkan tagihan listrik melonjak. Kok bisa?

Dilansir Tribuncirebon.com dari idea.grid.id, sebelum anda mengaplikasi warna idaman anda, sebaiknya pahami dulu peran warna pada suatu rumah.

Baca juga: Tagihan Listrik Mendadak Melonjak, Rupanya Kebiasaan Sepele Ini Pemicunya

Untuk wilayah tropis yang matahari selalu bersinar di setiap harinya, peran warna wajib diperhatikan agar nyaman tinggal di dalamnya.

Panas matahari menyorotkan panasnya yang kemudian diserap oleh dinding dan atap rumah.

Warna gelap lebih menyerap panas dibandingkan warna terang.

Warna tembok yang gelap akan menyerap panas hampir 90 % dari radiasi sinar matahari yang mengena pada area tersebut.

Sebagian panas akan meresap secara konduksi ke dalam tembok yang akan menebarkan hawa panas ke dalam rumah sehingga IDEA lovers harus menggunakan kipas angina atau bahkan pendingin ruangan (AC).

Warna terang akan memantulkan sinar panas matahari hingga 75 % .

Kita juga menggunakan lampu di dalam rumah untuk pencahayaan buatan.

Agar pencahayaan bisa efektif maka IDEA lovers harus memilih warna- warna yang mendukungnya.

Kalau memilih warna gelap di dalam rumah, pancaran sinar lampu akan tidak bisa tersebar dengan luas.

Warna bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan ruang untuk menghadirkan kesan.

Warna dingin bisa dipilih dari warna biru, hijau, dan ungu. 

Warna- warna ini bisa dilapiskan pada ruang untuk istirahat, misalnya kamar tidur.

Sedangkan warna hangat yang membuat ruang terasa akrab dan ceria bisa diperoleh dari warna merah,oranye, dan cokelat, misalnya ruang keluarga dan ruang belajar.

Yang jelas, pertimbangkan pilihan warna agar rumah anda terlihat terang tanpa perlu banyak mengkonsumsi energi listrik untuk lampu penerangan.

Warna gelap bisa diaplikasikan namun mungkin hanya pada satu sisi ruang saja sebagai aksen.

Jangan lupa, warna- warna tersebut akan lebih menarik jika diperkaya dengan warna furnitur dan soft furnishing, misalnya gorden, karpet, dan bantal kursi.

Kebiasaan yang sebabkan tagihan listrik melonjak

Dilansir dari Family Handyman dari Kompas.com, Jumat (4/12/2020), berikut uraiannya.

1. Membiarkan lampu tetap menyala

Matikan lampu di kamar atau ruangan lainnya ketika Anda tidak menggunakannya.
Ini adalah salah satu cara untuk menghemat tagihan listrik.

Akan tetapi, ada cara lain untuk menghemat tagihan listrik dengan lampu, yakni mengganti jenis lampu di rumah.

"Kiat umumnya adalah mengganti lampu pijar dengan lampu LED," kata Allen Shayanfekr, pakar real estate, sekaligus pendiri dan CEO Sharestates.

Mengganti lampu dengan lampu LED adalah investasi kecil yang ampuh.

Biasanya lampu LED lebih tahan lama tiga hingga 25 kali ketimbang lampu pijar.

2. Membiarkan AC kotor

“Salah satu hal utama yang tidak disadari pemilik rumah adalah bahwa filter udara yang kotor, tingkat refrigeran yang rendah, dan unit AC yang kotor atau tersumbat dapat lebih mahal untuk pengoperasiannya,” ujar John Collins, pemilik Air Doctor LLC.

“Sistem AC bisa bekerja hingga 30 persen lebih lama dalam periode 24 jam. Pemilik rumah harus menjadwalkan pemeliharaan AC setidaknya setiap tahun selama 10 tahun pertama dan kemudian setiap tahun setelah itu," imbuh Collins.

3. Tidak mencabut colokan yang tidak dipakai

Biasakan mencabut colokan listrik setelah dipakai.

Misalnya, setelah mengisi daya ponsel, segera cabut colokan charger.

Sebab, jika colokan tidak dicabut, maka aliran listrik akan terus berjalan.

Departemen Energi AS pun menyatakan, 75 persen penggunaan listrik oleh perangkat elektronik di rumah terjadi saat tidak dipakai.

4. Menggunakan perangkat elektronik "jadul"

Menggunakan peralatan elektronik lama mungkin adalah salah satu alasan terbesar mengapa Anda membayar lebih untuk tagihan listrik.

Faktanya, peralatan lama hanya menggunakan lebih banyak energi daripada model hemat energi baru.

Kulkas atau oven jadul mungkin lucu dan trendi di dapur retro Anda, tetapi juga membuat tagihan listrik Anda meningkat.

Perbarui peralatan Anda dengan model hemat energi baru.

Kulkas hemat energi baru, misalnya, menggunakan listrik empat kali lebih sedikit daripada model lama.

5. Membiarkan peralatan elektronik tetap "standby"

Jika Anda serius ingin mengurangi tagihan listrik yang tinggi, cabut komputer, printer, TV, dan perangkat lainnya saat tidak digunakan.

Perangkat elektronik yang tetap dalam mode "standby" masih menyedot aliran listrik.

Saat dalam mode standby, elektronik akan menyala dengan cepat saat Anda menyalakannya kembali. (Tribuncirebon.com/Mutiara)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved