Breaking News:

Mantan Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Indusrti (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara

Tribun Jabar/Nazmi
Mantan Ketua Kamar Dagang dan Indusrti (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Mantan Ketua Kamar Dagang dan Indusrti (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Majelis hakim menilai Tatan terbukti melakukan korupsi dana hibah Provinsi Jawa Barat, tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1,7 Miliar, sebagaimana Pasal 3 Jo Pasal 18, undang-undang Tindak Pidana Korupsi. 

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (11/5/2022). Dalam sidang vonis ini, Tatan hadir secara virtual dari rumah tahanan (Rutan) Kebonwaru, Bandung. 

"Menjatuhkan pidana kepada tedakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp. 200 juta, apabila tidak dibayar, maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan penjara," ujar Majelis Hakim, Eman Sulaeman, saat membacakan amar putusannya. 

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Indusrti (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung.
Mantan Ketua Kamar Dagang dan Indusrti (Kadin) Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana divonis satu tahun enam bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. (Tribun Jabar/Nazmi)

Vonis yang dijatuhkan hakim kepada Tatan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Tatan dengan kurungan penjara selama 4 tahun. 

"Keuntungan yang didapat terdakwa adalah manfaat keuntungan immateril selaku ketua Kadin karena memperoleh dana hibah sehingga dapat menjalankan visi misi sebagai ketua Kadin Jabar," katanya. 

Menurut hakim, berdasarkan penghitungan dari inspektorat Pemprov Jabar, kerugian negara atas perbuatan Tatan sebesar Rp 388 juta lebih. 

Atas putusan hakim tersebut, jaksa mengajukan pikir-pikir. Jaksa akan menganalisa putusan dari hakim tersebut. 

"Kami intinya akan mempelajari apa yang sudah dibacakan dalam putusan," ujar Gani, JPU Kejati Jabar. 

Rizki Rizgantara kuasa hukum Tatan juga menyatakan sikap yang sama. Ia akan pikir-pikir selama satu pekan, apakah menerima putusan hakim atau mengajukan banding. 

"Pada prinsipnya tidak ada terdakwa menikmati keuntungan materil. Tidak ada sebab akibat dengan apa yang dinikmati. Adapun dalam putusan majelis, keuntungan yang terdakwa dapat immateril yaitu bisa melaksanakan visi dan misi," ujar Rizki.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved