Breaking News:

Sosok

SOSOK Letkol Inf Nur Wahyudi, Dandim 0603/Lebak, Jebolan Kopassus yang Memaaafkan Pencuri Ponselnya

Sosok Letkol Inf Nur Wahyudi, Dandim 0603/Lebak, jebolan Kopassus yang memaafkan pencuri ponselnya.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Letkol Inf Nur Wahyudi, Dandim 0603/Lebak, yang memaafkan pencuri ponselnya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Sosok Letkol Inf Nur Wahyudi, Dandim 0603/Lebak, yang memaafkan pencuri ponselnya.

Letkol Inf Nur Wahyudi terenyuh hatinya setelah mendengar alasan tersangka pencuri ponselnya, Maman Maulani alias Deko bin Acang. Ternyata Maman seorang buruh yang di-PHK sejak pandemi dan harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di tengah keterbatasan ekonomi.

Dalam siaran pers yang diunggah di portal kejaksaan.go.id, dijelaskan kronologi kejadian pencurian HP atau ponsel milik Dandim 0603/Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi.

Rabu 09 Maret 2022 sekitar pukul 17:30 WIB, saat itu Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol sedang menemani anaknya yang dirawat inap di Ruang Anggrek RSUD Adidarma Rangkasbitung Desa Muara Ciujung Barat Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Saat menemani anaknya, Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol tertidur dan sedang mengisi daya ulang handphone Xiaomi Redmi Note 9 warna biru miliknya.

Baca juga: Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup Terbukti Otaki Pembunuhan Berencana, Dipecat dari TNI

Pada waktu yang sama, Maman Maulani alias Deko bin Acang sedang menemani temannya untuk melakukan visum di rumah sakit yang sama dengan Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol.

Saat itu, Maman Maulani melewati ruang rawat tempat anak Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol dan ia melihat handphone milik Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol sedang diisi daya ulangnya.

Mengingat dirinya sedang membutuhkan biaya pengobatan istri yang baru melahirkan dan untuk syukuran sang anak, timbul niat Maman Maulani  untuk mengambil handphone milik Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol yang nantinya akan ia jual. Melihat kondisi sekitar sedang sepi dan sunyi, Maman Maulani  langsung mengambil handphone tersebut dan melarikan diri.

Tak lama kemudian, Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol terbangun dan melihat handphone miliknya tidak ada lagi disampingnya. Berdasarkan hasil pencarian, handphone milik Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol sudah dijual oleh Maman Maulani.

Atas perbuatannya tersebut, Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol melaporkan Maman Maulani kepada pihak berwajib. Maman Maulani pun ditetapkan sebagai Tersangka yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan berkas perkaranya pun dilimpahkan.

Saat mendengar alasan tersangka Maman Maulani melakukan pencurian, Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol memaafkan kesalahan tersangka dan sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke tahap persidangan.

Selain itu pula, handphone yang telah dijual oleh Tersangka Maman Maulani  telah kembali kepada Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol.

Baca juga: SOSOK Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Lulusan Terbaik Akmil, Seskoad, & Sesko TNI, Jadi Sahli Menhan

Kebesaran dan kebaikan hati Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol itu menggugah pula hati Kepala Kejaksaan Negeri Lebak Sulvia Triana Hapsari, SH. M.Hum., Kasi Pidum Tri Yulianto Satyadi, SH. MH., dan Jaksa Mediator Shandra Fallyana, SH. MH.

Mereka melakukan upaya untuk dapat mendamaikan, menenangkan dan menetralisir situasi hingga akhirnya proses perdamaian dapat terlaksana pada Selasa 19 April 2022. Kala itu, Tersangka Maman Maulani menyadari kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya dan memeluk Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol.

Usai tercapainya kata damai serta berkat jiwa besar yang dimiliki oleh Letkol Inf Nur Wahyudi S.E, M.I.Pol, ia  mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kejaksaan Tinggi Banten.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved