Breaking News:

Ribuan Rumah di Kabupaten Bandung Masih Terendam Banjir, Berikut Kedelamannya di Sejumla Titik

Ribuan rumah di Kabupaten Bandung, masih terendam banjir, Minggu (24/4/2022), seperti di Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir akibat luapan sungai Citarum, Minggu (24/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Ribuan rumah di Kabupaten Bandung, masih terendam banjir, Minggu (24/4/2022), seperti di Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat, mengungkapkan, adapun titik banjir di wilayah Dayeuhkolot, yakni di Kampung Babakan Sangkuriang, tinggi muka air (TMA) 10-120 centimeter.

"Di Kampung Citereup TMA 30 - 110 centimeter, Kampung Babakan Cilisung TMA 20 - 90 centimeter, Kampung Bojongasih, 10-120 centimeter," kata Hendra, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.

Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir akibat luapan sungai Citarum, Minggu (24/4/2022).
Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kembali terendam banjir akibat luapan sungai Citarum, Minggu (24/4/2022). (Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin)

Baca juga: Baru Surut Sehari, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Kembali Terendam Banjir

Hendra mengungkapkan, lalu di Kampung barero TMA nya, 20-80 centimeter, Kampung Kaum TMA 20-60 centimeter, dan Kampung Cilisung TMA 10-50 centimeter.

"Sedangkan di Bojongsoang, di Kampung Cijagra, TMA 10-100 centimeter," katanya.

Hendra menjelaskan, terjadinya luapan di Dayeuhkolot, dikarnakan tanggul Cipalasaru,  di Kampung Citeureup yang jebol di hari sebelumnya.

"Tidak bisa menahan derasnya debit air sehingga mengakibatkan tanggul yang sebelumnya di perbaiki oleh karung dan rucuk ,menggunakan bambu yang bersifat sementara," tuturnya.

Hendra mengatakan, salah satu tanggul terbawa derasnya arus Sungai Citarum.

"Sehingga mengakibatkan Luapan Ke permukiman wilayah Kampung Citeureup, Kampung Babakan Sangkuriang, dan Kampung Bojong Asih," ucapnya.

Sedangkan Camat Baleendah, Eef Syarif Hidayatulloh, menjelaskan, banjir yang terjadi di Baleendah, hampir sama dengan banjir yang sebelumnya terjadi.

"Masing-masing wilayah beda-beda ketinggian airnya, ada yang ketinggian sampai 30 centimeter, ada yang ketinggian 40 - 60 centimeter. Yang paling tinggi itu di Kampung Muara, sama Parung Alam untuk sekarang TMA 40 - 90 centimeter," katanya.

Eef mengungkapkan, adapun yang terdampak banjir, di Kelurahan Andir terdapat 10 RW.

"Di Kelurahan Baleendah itu yang dekat Pom Bensin RW 21 (satu RW), di Rancamanyar juga ada satu RW, di Malakasari satu RW," tuturnya.

Eef mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, terus yang kedua selalu mengumumkan, agar warga masyarakat waspada dan berhati-hati.

"Jika memang dipandang perlu kita sudah menyiapkan pengungsian yang ada di Kantor Kelurahan, Selter, atau di Inkanas. Tapi sampai sekarang mayoritas berada di wilayahnya, di rumahnya masing-masing," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved