Breaking News:

Rusia Tuding Ukraina Kirim Pasien HIV ke Medan Perang, Sudah Kecanduan Obat

Militer Ukraina diduga telah memobilisasi pasien pengidap HIV untuk menghadapi tentara Rusia di medan perang.

Penulis: Adi Sasono | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Twitter/Brexit Buster @BrexitBuster
Kondisi kota pelabuhan Mariupol yang dikepung dan dibombardir pasukan Rusia, Minggu (20/3/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Militer Ukraina diduga telah memobilisasi pasien pengidap HIV untuk menghadapi tentara Rusia di medan perang.

Mengutip keterangan militer Rusia, Jumat (22/4/2022), Pravda menyebut pengakuan itu didapat dari seorang serdadu Ukraina yang menyerah di Kota Rubezhny.

"Saya terinfeksi HIV. Ini diagnosis yang sangat serius," kata serdadu yang tidak disebutkan namanya itu.

Baca juga: Putin Mengidap Penyakit Parah Akhirnya Terbukti? Wajah Bengkak dan Gerakan Kaki Disorot

Serdadu itu mengakui, ia sudah lima tahun menjalani terapi dan sangat tergantung pada obat. Ia harus mengonsumsi obat secara rutin dan bila tidak, sakitnya akan parah.

Namun, kondisi itu itu tidak membuatnya bebas dari kewajiban ikut berperang. 

Bila klaim ini benar, bisa jadi para pemimpin Ukraina tidak merawat pasien semacam itu dengan benar.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Tujuan Rahasia Rusia Caplok Ukraina, Satu Tetangga Miskin Ketakutan

"Saya mulai merasa tergantung obat pada gelombang ke-5 mobilisasi. Begitu kembali (dari wajib militer) saya harus minum obat yang lebih keras," katanya.

Serdadu itu mengatakan, pemerintah Ukraina seperti merekrut siapapun untuk menjadi tentara.

Siapa pun yang berani menolak bisa dihukum penjara 10-15 tahun.(sas)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved