Dengar Mantan Suami Nikah Lagi, Wanita Ini Nekat Loncat ke Dalam Sumur 15 Meter Bada Tarawih
Seorang wanita di Jawa Tengah nekat loncat ke dalam sumur bada tarawih saat mendengar mantan suaminya nikah lagi
TRIBUNCIREBON.COM - Seorang wanita di Selopuro, Jawa Tengah nekat loncat ke dalam sumur karena sakit hati mantan suaminya nikah lagi.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Sumber Raden, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro mendadak geger usai menjalankan salat Tarawih, Senin (18/4/2022) malam.
Seorang wanita bernama Mujiati (51), nekat mengakhiri hidup dengan cara loncat ke dalam sumur di rumah warga desa setempat.
Saat itu, janda asal Desa Jabung, Kecamatan Talun ini, sedang berada di rumah menantunya, Toni (40),
Kapolsek Selopuro, AKP Suhartono, mengatakan anak dan menantunya tak menyangka ibunya akan berbuat senekat itu.

Pada hari itu, korban mendatangi rumah menantunya yang berjarak sekitar 6 km dari rumahnya.
Seperti biasanya, setiap kali bertemu cucunya, korban langsung terlihat sumringah.
"Kata menantunya, selama di rumahnya beberapa jam itu (menyambangi cucunya) korban terlihat biasa. Bahkan, tak terlihat seperti orang yang sedang punya masalah berat atau akan melakukan tindakan nekat seperti itu," ungkapnya.
Beberapa menit sebelum ibu mertuanya melompat ke sumur, Toni keluar rumah.
Entah apa yang ada di pikirannya, korban tiba-tiba seperti kehilangan kesadaran.
Baca juga: Ibu Lempar Bayi Usia 30 Hari ke dalam Sumur, Akting Panik Cari Anak Sama Tetangga, Ini Kronologinya
Ia mengakhiri hidup dengan cara loncat ke dalam sumur yang ada di belakang rumah anaknya itu.
Kedalaman sumur itu sekitar 15 meter, cuma kedalaman airnya tak dalam atau tidak sampai 1 meter.
"Untungnya, hanya beberapa menit dari kejadian itu, ada orang yang mengetahuinya, (Warsi (54), tetangga anak korban. Itu karena ia mendengar suara air sumur yang mencurigakan. Suaranya seperti ada benda terjebur," paparnya.
Sesaat itu juga, sekitar pukul 21.00 WIB, warga gempar dan berdatangan ke sumur itu.
Hanya hitungan menit, beberapa warga dengan hanya menggunakan alat seadanya, di antaranya tangga bambu, berusaha menyelamatkan korban.