Breaking News:

Warga Habisi Begal untuk Bela Diri Tak Akan Jadi Tersangka, Kapolda Lampung: Saya Beri Penghargaan

Menurut Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno, pihaknya tak akan memproses hukum korban begal yang berusaha membela diri.

Kompas.com/ Humas Polda Lampung
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno 

TRIBUNCIREBON.COM- Kapolda Lampung, Irjen Hendro Sugiatno buka suara soal warga yang terpaksa menghabisi begal untuk membela diri.

Perihal begal ini menjadi ramai setelah adanya kasus korban begal menjadi tersangka karena membunuh begal untuk melindungi dirinya.

Menurut Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno, pihaknya tak akan memproses hukum korban begal yang berusaha membela diri.

Bahkan, Hendro pun akan memberikan penghargaan kepada siapapun yang berhasil mengagalkan kejahatan begal.

"Di Lampung, kalau ada begal yang terbunuh oleh korban karena membela diri, tidak akan diproses hukum. Saya akan beri penghargaan warga yang dapat melumpuhkan begal," kata Kapolda Lampung Hendro Sugiatno, di Mapolda Lampung, Sabtu (16/4/2022).

Baca juga: Tak Boleh Habisi Begal untuk Lindungi Diri Jika Diserang? Polisi: Di negara Kita Kan Dilarang

Ilustrasi aksi begal
Ilustrasi aksi begal (Tribunnews)

Seperti diketahui, sejak menjabat sebagai Kapolda Lampung, Hendro sudah menyatakan "perang" terhadap aksi pem begalan dan memerintahkan jajarannya menindak tegas para pelaku.

"Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan khususnya C3 (Curat, Curas, dan Curanmor) di wilayah hukum Polda Lampung ini, sampai lubang semut pun pasti akan kami kejar," kata Hendro.  

Baca juga: Polisi Beri Tips Jika Ketemu Begal Agar Tak Jadi Tersangka, Wartawan: Lari Tinggalkan Motor?

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini ramai diberitakan warga Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bernama Amaq Sinta (34), ditetapkan sebagai tersangka karena membunuh dua begal.

Sejumlah pihak mengkritis keputusan polisi. Pasalnya, Amaq Sinta terpaksa menghabisi nyawa kedua pelaku karena membela diri.

Adapun Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menilai, korban begal harus mendapatkan perlindungan.

"Saya kira, bila benar yang bersangkutan melakukan perlawanan atau pembelaan paksa, dalam artian bila tidak dilakukan bisa menjadi korban para pelaku, ya harus dilindungi," ujar Agus kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2022).

(Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya|Editor : Andi Hartik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved