2 Janda Jadi PSK, Satu Cuma Pasang Tarif Puluhan Ribu, Satu Capek Layani Pria & Ingin Nikah
Cerita dua janda yang terjerumus dunia malam dan terpaksa menjadi PSK untuk memebuhi kebutuhan hidup.
Kronologi Penggerebekan
Awalnya Satpol PP Kota Probolinggo, Jawa Timur, melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) di beberapa lokasi saat bulan Ramadan.
Nah, dalam kegiatan itu Satpol PP Kota Probolinggo mengamankan sejumlah PSK dan pemuda yang tengah asyik pesta miras.
Mirisnya, dari sembilan PSK yang diamankan, ada wanita yang berusia 64 tahun.
Dia adalah N. N mengaku baru 1,5 bulan menjadi PSK.
Ia terpaksa terjun di dunia itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saat petugas menggelar operasi pekat, para PSK masih berjajar di dekat rel kereta api menunggu pria hidung belang datang.
"Saya memasang tarif Rp 30 ribu. Saya melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucap dia.
PSK di Pangandaran
Selain itu, seorang janda anak satu di Pangandaran terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK).
Sebut saja Vera (26) asal Ciamis dan bekerja di satu warung remang-remang yang berada di Kabupaten Pangandaran.
Hampir setiap malam, Ia bekerja mencari uang di dunia malam.
Selain menjadi PSK, Ia juga melayani tamu yang datang ke tempat kerjanya.
"Kalau tidak kerja seperti ini, mau kerja apa. Kalau kerja di counter (kios pulsa dan jual-beli handphone) atau rumah makan memang gajinya berapa? Emang cukup buat biaya saya, anak saya, dan ibu Saya," ujar Vera dikutip dari Tribunjabar.id di tempat kerjanya, Sabtu (13/11/2021) malam.
Sedangkan untuk kebutuhan anaknya yang berusia 5 tahun, per hari menghabiskan uang sekitar Rp 50 ribu.