Breaking News:

Nama Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Dicatut untuk Menipu, Sebuah Yayasan Merugi Jutaan Rupiah

Melalui pesan whatsapp, pelaku mengabarkan kepada yayasan bahwa bantuan dari bupati dan wakil bupati akan cair di Jumat malam.

Editor: dedy herdiana
Pixabay.com
Ilustrasi penipuan 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Nama Bupati Cianjur Herman Suherman dan Wakil Bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin digunakan untuk melakukan penipuan terhadap sebuah yayasan sosial yang merawat orang dengan gangguan jiwa di Ciranjang, Cianjur.

Tipu daya berkedok bantuan pun dilancarkan dengan mencatut nama orang penting hingga yayasan harus merugi jutaan rupiah

Melalui pesan whatsapp, pelaku mengabarkan kepada yayasan bahwa bantuan dari bupati dan wakil bupati akan cair di Jumat malam.

Penipu yang mengaku sebagai ajudan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur itu pun memperlihatkan bukti transfer pada Jumat malam melalui rekening bersama.

Baca juga: Jelang Lebaran, Warga Majalengka Diingatkan Maraknya Penipuan Online Atas Namakan Bea Cukai

Siasat ini pun memperdaya korban karena rekening bersama hanya bisa dicairkan dan dilihat di hari kerja.

Pada Jumat malam pelaku memperlihatkan wakil bupati sudah mengirim bantuan Rp 8,5 juta, namun pelaku meminta empat juta dikirim ke rekening seseorang dengan dalih bantuan untuk yayasan lain.

Korban pun terpaksa meminjam dulu sana sini karena rekening bersama belum bisa dilihat di hari libur.

Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa Ciranjang, Rukman Syamsudin mengaku tertipu hingga jutaan rupiah oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai ajudan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.

Disebutkan Rukman, pelaku mengaku mendapatkan perintah dari Bupati dan Wakil Bupati Cianjur untuk menyalurkan bantuan berupa senilai uang ke yayasan tersebut.

"Awalnya chat melalui pesan singkat WhatsApp, mengaku bernama Hj Etik sebagai ajudan Wakil Bupati Cianjur. Pelaku ini menyebutkan, mendapat perintah untuk memberikan bantuan tunai ke yayasan yang saya pimpin," kata Rukman, Minggu (17/4/2022).

Setelah beberapa waktu, kata Rukman, pelaku meminta mengirimkan nomor rekening yayasan. Setelah itu, lanjut dia, pelaku mengirimkan bukti transaksi perbankan (Transfer) sejumlah uang yang telah masuk ke rekening yayasan.

"Memang betul, ada bukti transfer dari atas nama Herman Suherman dan Tubagus Mulyana. Tapi saat itu, pelaku meminta saya untuk mentransfer balik karena disebutkannya ada kelebihan dana yang ditransferkan ke rekening yayasan sehingga harus dikembalikan," katanya.

Baca juga: 12 Wanita di KBB-Cimahi Jadi Korban Penipuan Loker di FB, Diminta Kirim Video Tanpa Busana

Akibatnya, kata Rukman, yayasan yang dikelolanya itu mengalami kerugian sebesar empat juta rupiah.

"Jelas ini penipuan, karena dari awal juga saya sudah curiga. Tapi, terkecoh dengan adanya bukti transfer yang dikirimkan pelaku. Kita telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian," ujarnya.

Wakil Bupati Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa yayasan tersebut.

Mulyana meminta masyarakat agar berhati-hati dan segera mengkonfirmasi jika ada seseorang atau kelompok yang mengaku-ngaku akan memberikan bantuan dengan mengatasnamakan bupati atau wakil bupati.

"Semua pihak agar berhati-hati dan melakukan konfirmasi bila mendapat info sejenis. Bilapun ada bantuan, biaya pengurusan dan lainnya, Rp 0,-. Segera laporkan ke kepolisian, agar tidak ada lagi kejadian serupa dan pelaku dapat segera di tangkap," katanya.(fam) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved