Breaking News:

Pria Rudapaksa Adik Ipar

BREAKING NEWS Buruh di Cirebon Berkali-kali Rudapaksa Adik Iparnya yang Masih di Bawah Umur

Bahkan, tersangka melakukan pemerkosaan itu berulang kali sejak korban masih kelas 4 SD hingga kini kelas 3 SMP.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirenon, Kompol Anton (kedua kanan), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Buruh berinisial ROP (31) asal Kabupaten Cirebon terbukti memerkosa adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur.

Bahkan, tersangka melakukan pemerkosaan itu berulang kali sejak korban masih kelas 4 SD hingga kini kelas 3 SMP.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, ROP pertama kali melakukan tindakan bejat kepada korban pada 2018.

Menurut dia, tersangka mengancam akan membunuhnya jika melawan maupun melaporkan peristiwa itu sehingga korban tidak berdaya.

Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan.
Ilustrasi pemerkosaan dan pencabulan. (Kompas.com/Laksono Hari Wiwoho)

"ROP mengancam sambil mengacungkan pisau ke leher korban," kata Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/4/2022).

Selain itu, tersangka juga membekap menggunakan bantal sehingga korban tidak dapat bergerak untuk melalukan perlawanan.

Ia mengatakan, tersangka pertama kali memerkosa korban pada 2018, kemudian berulang kali melakukannya disertai ancaman pembunuhan.

Hingga akhirnya tindakan itu dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon, dan petugas berhasil menangkap tersangka pada awal April 2022.

Baca juga: Pergoki Anak Rudapaksa Anak Orang di Kamar, Sang Ayah Malah Ikut Menggagahi Korban, Ini Pengakuannya

"Saat ini, ROP sudah ditahan di Mapolresta Cirebon dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Unit PPA," ujar Anton.

Anton menyampaikan, barang bukti yang diamankan dalam kasus itu, di antaranya, bantal dan pisau yang digunakan tersangka untuk membekap serta mengancam korban.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti lain berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian dari mulai baju, celana, dan lainnya.

"Atas perbuatannya, ROP dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Anton.

Baca juga: Polwan Marah hingga Gebrak Meja Saat Interogasi Viral, Pria Rudapaksa Putrinya 7 Tahun hingga 7 Kali

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved