Breaking News:

Bus Trans Metro Pasundan Koridor 3 Diprotes dan Diancam, Cuma Beroperasi Sehari Sudah Berhenti

pengoperasian rute penghubung Kota dan Kabupaten Bandung ini mendapat ancaman dan protes dari sejumlah pihak.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/Warganet/@kakang_anjar
Bus Trans Metro Pasundan koridor 3 Baleendah-BEC hanya beroperasi satu hari karena mendapat ancaman dan protes. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, A Koswara Hanafi, sangat menyayangkan harus menghentikan sementara rute bus Trans Metro Pasundan Koridor 3 Baleendah-BEC.

Seperti diketahui, pengoperasian rute penghubung Kota dan Kabupaten Bandung ini mendapat ancaman dan protes dari sejumlah pihak.

Ia mengatakan terdapat lima rute Bus Trans Pasundan yang diresmikan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub pada Desember 2021, yakni Teman Bus melalui program Buy The Service pada Trans Metro Pasundan.

Baca juga: Bus Terbakar di Tol Pandaan Sebabkan Macet 3 Kilometer, Pengendara Terjebak 1,5 Jam, Ini Katanya

Baca juga: Bus Merdeka Oleng dan Tabrak Rumah Warga di Gentong Tasikmalaya, Kernet Terluka

Lima koridor yang sudah bisa beroperasi di Bandung adalah rute Koridor 1 Leuwipanjang - Soreang, Koridor 2 Kota Baru Parahyangan - Alun-alun Bandung, Koridor 3 Baleendah - BEC, Koridor 4 Leuwipanjang - Dago, dan Koridor 5 Dipatiukur- Jatinangor via tol.

"Namun, karena situasi yang tidak kondusif, pengoperasian bus di Koridor 3 dengan trayek dari Bandung Electronic Center (BEC) Kota Bandung tujuan Baleendah Kabupaten Bandung ini terpaksa di hentikan," katanya melalui ponsel, Sabtu (9/4).

Hal tersebut, katanya, sangat disayangkan pasalnya belum sehari pengoperasiian berlangsung, namun harus dihentikan akibat adanya aksi penolakan atas beroperasinya TMP di koridor 3 ini.

Kadishub Jabar pun menanggapi kejadian ini pasalnya TMP dengan skema BTS ini merupakan pilihan layanan transportasi baru bagi masyarakat, sehingga pasti akan ada pihak yang kontra dengan konsep ini.

"Untuk meminimalisir konflik yang terjadi, perlu dibuatkan strategi penanganan yang lebih spesifik, di antaranya meliputi strategi pemberdayaaan dengan pelibatan usaha eksisting, strategi komunikasi dan sosialisasi yang lebih efektif," katanya.

Dengan melihat kondisi pandemi saat ini, Kadishub Jabar menuturkan bahwa pendapatan dari penyelenggara angkutan saat ini sedang menurun. Sehingga, skema BRT ini sebenarnya bisa menjadi momentum untuk angkutan umum memberikan pelayanan yang jadi lebih baik lagi.

"Kalau mereka bisa dilibatkan secara baik di program ini, mereka pasti akan bisa menerima dan mendukung" katanya.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat segera menggelar rapat koordinasi teknis dengan Kementrian Perhubungan, dinas perhubungan di tingkat kabupaten dan kota, serta berbagai pihak terkait, untuk segera menyusun dan menerapkan strategi penanganan dari permasalahan ini.

"Semoga upaya meningkatkan layanan transportasi bagi masyarakat ini dapat diterima dan didukung dengan baik oleh seluruh pihak, demi mewujudkan transportasi juara bagi masyarakat Jawa Barat," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved