Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Ngotot Tuduh TNI-Polri Serang Markasnya, Juru Bicara Tunjukan Foto-foto Ini Sebagai Bukti

KKB Papua tuduh TNI-Polri serang markasnya, mereka menunjukkan bekas peluru mortir yang mereka sebut milik TNI-Polri.

Editor: Mumu Mujahidin
Kolase Facebook/KOMNAS-TPNPB dan Tribun Manado
Goliat Tabuni (kiri), Panglima KKB Papua. Beredar Video Goliat Tabuni Bawa Senjata dan Pamerkan Kesiapan Anak Buahnya. 

TRIBUNCIREBON.COM - KKB Papua masih ngotot menuduh  TNI-Polri yang menyerang markasnya di kawasan Alguru, Nduga.

Bahkan KKB Papua menunjukkan bekas peluru mortir yang mereka sebut milik  TNI-Polri.

Mereka mengklaim bahwa peluru mortir tersebut juga telah menghancurkan rumah warga.

Foto menunjukan sebuah benda diduga peluru mortir tersebar di media sosial, salah satunya diunggah kanal YouTube West Papua, Rabu (6/4/2022).

Dalam foto, terlihat benda berwarna hijau berbentuk tabung tergelak di tanah.

Goliat Tabuni (kiri), Panglima KKB Papua. Beredar Video Goliat Tabuni Bawa Senjata dan Pamerkan Kesiapan Anak Buahnya.
Goliat Tabuni (kiri), Panglima KKB Papua. Beredar Video Goliat Tabuni Bawa Senjata dan Pamerkan Kesiapan Anak Buahnya. (Kolase Facebook/KOMNAS-TPNPB dan Tribun Manado)

Seperti dilansir dari TribunPalu.com dalam artikel 'Usai Tuduh Indonesia, KKB Papua Pamer Peluru Bom Mortir Disebut Hancurkan Markasnya dan Rumah Warga'.

Sebagian permukaan benda tersebut nampak berwarna hangus seperti habis terbakar.

Selain itu, terlihat pula foto serpihan-serpihan besi yang berada tak jauh dari benda diduga peluru mortir.

Selain itu beredar pula foto- foto kondisi sebuah rumah yang hancur berantakan.

Pada salah satu dinding rumah tersebut, terdapat lubang mengaga cukup besar.

Selain itu ada pula lubang pada bagian atap rumah tersebut.

Baca juga: KKB Papua Kini Punya Pasukan Tentara Wanita dengan Seragamnya Mirip TNI, Ini Nama Pasukannya

Diberitakan sebelumnya, juru bicara kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua Sebby Sambom mengatakan bahwa  TNI-Polri telah menyerang kawasan Alguru, Nduga, Papua pada Kamis (31/3/2022).

Sebby mengatakan bahwa  TNI-Polri menggunakan bom mortir dan senjata kimia beracun dalam penyerangan tersebut.

Tak hanya itu, menurut Sebby serangan  TNI-Polri turut membakar rumah milik warga sipil.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved