Minggu, 3 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pukul Berapa Anda Divaksin Booster Ternyata Berpengaruh, KIPI Bisa Mudah Diatasi

Ternyata pemilihan waktu untuk divaksin booster saat puasa sangat berpengaruh agar bisa mudah mengatasi KIPI.

Tayang:
Tribun Jabar/Deanza
Ilustrasi vaksinasi booster 

TRIBUNCIREBON.COM- Ternyata pemilihan waktu untuk divaksin booster saat puasa Ramadan sangat berpengaruh agar bisa mudah mengatasi KIPI.

Diketahui vaksinasi booster ini menjadi syarat mudik lebaran 2022

Program vaksinasi Covid-19 tetap dilaksanakan pemerintah Indonesia selama bulan Ramadan.

Hal ini tak lain dilakukan untuk mempercepat herd immunity di tanah air.

Diketahui herd immunity sendiri menurut laman Kemkes.go.id merupakan situasi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu.

Jadi, apabila kelompok yang rentan terlindungi melalui vaksinasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali.

Baca juga: INI Waktu Tepat Divaksin Booster untuk Mudik Kata Satgas, Agar Imunitas Terbentuk

Baca juga: SOSOK Brigjen TNI Mar Ili Dasili, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Dankodikmar Berulang Tahun 7 April

Proses pelaksanaan vaksinasi booster di Pendopo Indramayu, Selasa (18/1/2022).
Proses pelaksanaan vaksinasi booster di Pendopo Indramayu, Selasa (18/1/2022). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

Sehingga kelompok lain pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah.

Kondisi tersebut tentunya hanya dapat tercapai dengan cakupan imunisasi atau vaksinasi yang tinggi dan merata.

Sementara itu, meski vaksinasi Covid-19 saat puasa terbilang aman untuk dilakukan namun seseorang masih bisa mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Demikian yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Dokter Reisa Broto Asmoro pada siaran Radio RRI, Selasa (5/4/2022).

Menurut Reisa, KIPI merupakan sesuatu yang wajar sebagai bentuk respons tubuh dalam membentuk kekebalan.

"Sebenarnya KIPI reaksi yang wajar. Enggak cuma vaksin Covid-19. Vaksin lain juga mengalaminya. Mungkin ada demam, nyeri di lokasi suntikan, sakit kepala," ujarnya.

Untuk mengastasi hal tersebut, bisanya kita bisa langsung mengonsumsi obat.

Namun saat berpuasa hal itu tidak bisa langsung dilakukan.

Kita perlu menunda minum obat setelah berbuka puasa.

Karenanya Reisa pun memberikan beberapa tips jika ingin melakukan booster saat berpuasa.

Pertama, pilih jam untuk divaksin booster yang mendekati waktu berbuka puasa.

Supaya beberapa jam setelah suntikan gejala KIPI muncul, langsung bisa berbuka puasa dan mengonsumi obat-obatan untuk meredakannya.

Namun Reisa memastikan, bahwa selama Ramadan pemerintah telah mengalokasikan vaksin booster dengan takaran setengah dosis agar risiko KIPI yang muncul relatif lebih ringan bila dibandingkan dosis penuh.

"Bahkan banyak yang sudah melengkapi dua dosis, tidak muncul KIPI-nya," katanya.

Supaya stamina tetap terjaga selama proses antrean vaksinasi, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang saat sahur agar energi yang dimiliki mencukupi untuk aktivitas sepanjang hari.

Reisa mengatakan, pada saat sahur maupun berbuka puasa disarankan mengonsumsi banyak serat seperti sayur dan buah.

Makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh bisa menyebabkan darah lebih kental dan memicu sumbatan darah.

"Ini menyebabkan aliran oksigen berkurang, sehingga lemas dan ngantuk berlebihan. Makanan dengan karbohidrat kompleks membuat kenyang lebih lama," katanya.

Reisa mengatakan peserta vaksinasi juga perlu menghindari konsumsi makanan tinggi gula, makanan manis dengan glukosa lebih cepat dicerna karena membuat energi tidak bertahan lama.

Saat berbuka puasa, baiknya mengonsumsi makanan secukupnya.

Perhatikan juga kadar garam dan lemaknya yang tidak berlebihan.

"Makan dalam jumlah banyak, perut bisa mual dan terjadi gangguan lambung. Disarankan kurma tiga butir, buah segar itu lebih disarankan," katanya. (Grid Health)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved