Breaking News:

Tentara Wanita Ukraina yang Jadi Tawanan di Rusia Disiksa dan Dipaksa Ikut Buat Video

Ada 15 tentara wanita Ukraina yang ditangkap pasukan Rusia menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk di tahanan.

Editor: dedy herdiana
(AP PHOTO/EFREM LUKATSKY)
Tentara Ukraina berjalan melewati puing-puing truk militer yang terbakar di jalan di Kiev, Sabtu (26/2/2022). Pasukan Rusia menyerbu ke arah ibu kota Ukraina dan pertempuran jalanan pecah saat pejabat kota mendesak penduduk untuk berlindung. 

Pemerintahan Biden juga mengincar perluasan sanksi terhadap Sberbank, yaitu lembaga keuangan terbesar  Rusia, dan Alfa Bank yang merupakan pemberi pinjaman besar.

Eropa Berencana Hapus Impor Batubara  Rusia

Para pemimpin Eropa telah merencanakan untuk menghentikan impor batubara  Rusia sebagai tanggapan dari tragedi di Bucha, pinggiran kota Kyiv.

Pada hari Selasa, Komisi Eropa mengusulkan larangan bertahap senilai 4 miliar euro atau setara Rp 62,6 triliun impor batubara  Rusia per tahun sebagai bagian dari paket kelima sanksi terhadap Putin.

Proposal lain menargetkan impor teknologi dan manufaktur  Rusia, senilai 10 miliar euro atau setara Rp 156,5 triliun.

Eropa telah memberlakukan sanksi hukuman terhadap ekonomi  Rusia sejak tank Putin meluncur ke  Ukraina pada akhir Februari, tetapi berhenti menargetkan sektor energi  Rusia sampai sekarang.

Gambar warga sipil tak bersenjata, diikat dan ditembak, tergeletak di sepanjang jalan Bucha telah meyakinkan para pemimpin untuk mengubah taktik.

Rincian lebih lanjut tentang babak baru sanksi, termasuk batas waktu larangan batu bara rencananya akan dibicarakan pada hari Rabu, yaitu ketika duta besar Uni Eropa bertemu.

Langkah-langkah tersebut masih membutuhkan persetujuan dari 27 negara anggota.

Sanksi batubara akan "menggigit" beberapa negara Eropa, tapi itu salah satu sumber energi termudah untuk disingkirkan.

Baca juga: Warga Borodianka Ukraina Ungkap Kekejaman Tentara Rusia: Lakukan Penjarahan hingga Pembunuhan

Baca juga: Mengenal Drone Switchblade Si Tank-Killer yang akan Dikirim AS untuk Bantu Ukraina Lawan Rusia

Zelensky: Dunia Tidak Aman Meski Ada Dewan Keamanan PBB

Presiden  Ukraina Volodymyr Zelensky mempertanyakan efektivitas Dewan Keamanan PBB dalam pidato yang direkam pada hari Selasa.

"Dewan Keamanan PBB ada, namun tidak ada keamanan di dunia untuk siapa pun," kata Zelensky.

"Satu-satunya pihak yang bersalah adalah satu negara,  Rusia, yang mendiskreditkan semua institusi dan memblokir arsitektur global demi menyebarkan kebohongan dan membenarkan kejahatan yang dilakukannya," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved