Breaking News:

Apa Penyebab Dokter Terawan Dipecat Hingga Tuai Pro Kontra? Kini IDI Mulai Buka Suara

Kini IDI mulai buka suara, terlebih setelah beredar kabar bahwa Dokter Terawan Agus Putranto diberhentikan dari IDI karena

Editor: dedy herdiana
Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
Dokter Terawan Agus Putranto, Selasa (22/10/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Munculnya keputusan pemecatan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dari keanggotan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) menuai pro dan kontra.

Kini IDI mulai buka suara, terlebih setelah beredar kabar bahwa Dokter Terawan Agus Putranto diberhentikan dari IDI karena dianggap melakukan pelanggaran etik berat, salah satunya yakni melakukan promosi luas Vaksin Nusantara sebelum penelitiannya selesai.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan pemecatan Dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaannya tidak terkait masalah vaksin Nusantara.

Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria, menjelaskan, vaksin Nusantara merupakan kewenangan dari lembaga pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bukan menjadi kewenangan IDI.

Baca juga: IDI Buka Suara Soal Pemecatan Terawan Agus Putranto, Bukan Soal Cuci Otak dan Vaksin Nusantara

"Kaitan dengan Vaksin Nusantara adalah kewenangan dari lembaga pemerintah dalam hal ini BPOM," kata Beni dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (31/3/2022). 

"Sehingga tidak ada kaitannya keputusan ini dengan vaksin Nusantara," ujarnya.

Selain itu, Beni juga menegaskan bahwa masalah pemberhentian keanggotaan Terawan di IDI merupakan kasus panjang yang sudah bergulir sejak tahun 2013.

"Terkait dengan putusan dr Terawan Agus Putranto ini merupakan proses panjang sejak 2013 dan hak-hak beliau sebagai anggota IDI telah disampaikan MKEK," ujarnya.

Dokter Terawan Agus Putranto
Dokter Terawan Agus Putranto (Istimewa)

Baca juga: INI Daftar Nama Tokoh yang Pernah Jadi Pasien Terapi Cuci Otak Dokter Terawan

Hal senada juga disampaikan Ketua MKEK IDI Djoko Widyarto yang menyebut sudah ada proses panjang terkait indikasi pelanggaran etik sebelum akhirnya diputuskan adanya pemberhentian Terawan.

"Kalau saya baca apa yang diputuskan dalam sidang yang lalu, pertimbangannya banyak. Itulah yg sebenarnya kita harus pahami bersama, apa yang kita lakukan kemarin di muktamar itu proses panjang," ujarnya.

Djoko menuturkan bahwa pemberhentian Terawan juga merupakan kelanjutan dari hasil Muktamar ke-30 IDI di Samarinda pada 2018.

"Proses panjang, ternyata putusan 2018 itu belum sempat terlaksana artinya sempat ditunda pelaksanaannya dengan pertimbangan-pertimbangan khusus, setelah itu diberlakukan bulan Oktober 2019 itu ada surat dari Ketua Umum PB IDI menyatakan sanksi itu mulai berlaku," katanya.

Setelah sebelumnya sempat tertunda, putusan akhirnya dilanjutkan dalam sidang Muktamar di Banda Aceh, 25 Maret 2022, dengan hasilnya memutuskan pemberhentian Terawan.

Adapun pemberhentian Terawan dilaksanakan PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja. Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Soal Pemecatan Terawan, IDI: Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Nusantara

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved