Breaking News:

Pengadaan Anggaran Gorden Rp 48 Miliar, ICW Minta Setjen DPR RI Transparan dan Buka Dokumen

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai adanya potensi kecurangan atas rencana pengadaan gorden senilai Rp 48 miliar Setjen DPR RI.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Uang 

TRIBUNCIREBON.COM - Rencana pengadaan anggaran gorden senilai Rp 48 miliar oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI tahun anggaran 2022 jadi perhatian publik.

Indonesia Corruption Watch ( ICW) menilai adanya potensi kecurangan atas rencana pengadaan gorden senilai Rp 48 miliar Setjen DPR RI.

Atas hal itu, ICW mendesak kepada Setjen DPR RI untuk membuka dokumen pengadaan  gorden sebagai bentuk transparansi terkait pengadaan barang tersebut.

"Dari hasil temuan tersebut, ICW mendesak agar, Sekretariat Jenderal  DPR RI harus membuka dokumen pengadaan ( gorden)," kata peneliti ICW Wana Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/3/2022).

Hal tersebut kata Wana, sesuai dan diatur dalam Pasal 15 ayat (9) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

DPR RI menganggarkan 48,7 Miliar untuk penggantian gorden
DPR RI menganggarkan 48,7 Miliar untuk penggantian gorden (Situs LPSE DPR RI)

Di mana dalam peraturan itu menyatakan bahwa informasi pengadaan barang dan jasa pemerintah pada proses perencanaan, pemilihan, pelaksanaan merupakan informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala.

Selain itu, ICW juga mendesak Sekretariat Jenderal  DPR RI untuk menghentikan sementara proses pengadaan penggantian gorden dan blind itu.

Hal itu dilakukan guna memberikan kesempatan bagi penyedia atau tender yang memiliki kualifikasi dan kualitas yang sudah sesuai.

"Untuk memberikan kesempatan bagi penyedia yang memiliki kualifikasi sesuai dengan yang disyaratkan," ucap dia.

 
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga adanya potensi kecurangan dalam rencana pengadaan gorden tersebut.

Wana Alamsyah mengatakan, potensi kecurangan itu didasari karena tidak adanya penerapan prinsip efektifitas dan efisiensi oleh DPR RI terkait penggantian gorden tersebut.

"Pengadaan gorden yang dilakukan DPR RI pada tahun anggaran 2022 berpotensi menimbulkan kecurangan," kata Alamsyah.

Terlebih dalam rencana penggantian gorden ini, DPR RI menganggarkan alokasi yang besar yakni senilai Rp48 Miliar.

"Besarnya alokasi anggaran untuk penggantian gorden di rumah jabatan anggota DPR RI tidak menerapkan prinsip efektifitas dan efisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa," ucapnya.

Di mana berdasarkan penelusuran pihaknya, setidaknya ada empat temuan berkaitan dengan pengadaan  gorden oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved