Breaking News:

Ditodong Pencopet Bersenjata, Pelajar SMP di Bandung Dicuekin Warga, Polisi Buru Pelaku

Dua pencopet pelajar SMP, di Jalan Pungkur Kota Bandung kini tengah diburu Polisi. 

Tangkapan Layar CCTV
Seorang pelajar SMP di Jalan Pungkur, Kota Bandung menjadi korban pencopetan oleh dua pelaku 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dua pencopet pelajar SMP, di Jalan Pungkur Kota Bandung tengah diburu Polisi. 

Kapolsek Regol, Kompol Edi Kusmawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan sedang melakulan penyelidikan. 

"Baru bikin Laporan Polisi (LP) kemarin sore, kita sedang melakukan lidik, mencari petunjuk dan melakukan pemeriksaan, kita akan diungkap secepatnya," ujar Edi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/3/2022). 

Seorang pelajar SMP di Jalan Pungkur, Kota Bandung menjadi korban pencopetan oleh dua pelaku
Seorang pelajar SMP di Jalan Pungkur, Kota Bandung menjadi korban pencopetan oleh dua pelaku (Tangkapan Layar CCTV)

Sebelumnya, seorang pelajar SMP di Jalan Pungkur, Kota Bandung menjadi korban pencopetan oleh dua pelaku, Rabu 23 Maret 2022. 

Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan terekam CCTV. Korban sempat teriak meminta tolong, namun tidak ada warga yang merespons. 

Fitri Komaladewi orang tua korban mengatakan, saat itu anaknya hendak pulang sekolah bersama tiga temannya. 

"Pas daerah Kebon Kalapa, berpisah sama temannya soalnya beda naik angkot. Jadi, pas anak saya sendirian jalannya, dia disergap dari belakang, satu lagi dari depan, jadi tidak bisa apa-apa tuh, yang depan itu nodong pakai pisau katanya," ujar Fitri, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/3/2022). 

Dua pelaku, kata dia, merampas telepon genggam milik anaknya dan langsung kabur menggunakan sepeda motor. 

"Kemarin Kamis saya sudah lapor ke Polsek Regol, sudah langsung bawa rekaman CCTV nya. Anak saya minta tolong itu teh, tapi tidak ada yang nolong satu pun, padahal di sana banyak orang," katanya. 

Akibat kejadian itu, anaknya yang baru berusia 14 tahun itu mengalami syok dan sempat menangis. 

"Waktu pertama syok berat, nangis-nangis sekarang sudah mendingan. Anak saya bilang pelakunya orang dewasa, katanya sudah bapak-bapak," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved