Breaking News:

TKI Asal Sukabumi akan Dieksekusi Mati di Arab Saudi Usai Terlibat Pembunuhan Berencana Sesama TKI

Salah satu WNI yang akan dieksekusi mati di Arab Saudi adalah warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Borgol 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Dua warga negara Indonesia ( WNI) di eksekusi mati oleh otoritas Arab Saudi pada Kamis (17/3/2022).

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha mengatakan otoritas Arab Saudi telah melaksanakan eksekusi mati dua WNI atas nama Agus Ahmad Arwas (AA) alias Iwan Irawan Empud Arwas dan Nawali Hasan Ihsan (NH) alias Ato Suparto bin Data.

Dua WNI itu di eksekusi mati karena menjadi pelaku pembunuhan sesama WNI di Jeddah.

"Informasi rencana eksekusi AA dan NH diterima KJRI Jeddah sehari sebelumnya melalui Pengacara KJRI Jeddah," kata Judha pada konferensi pers, dilansir dari tribunnews.com.

Disampaikan AA, NH dan Siti Komariah (SK) ditangkap pihak Kepolisian Jeddah atas tuduhan membunuh sesama WNI atas nama Fatmah alias Wartinah pada 2 Juni 2011.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha pada konferensi pers hari Kamis (13/1/2022) di kantor Kemlu RI Jakarta
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha pada konferensi pers hari Kamis (13/1/2022) di kantor Kemlu RI Jakarta (Tribunnews.com)

Fatmah ditemukan dalam keadaan meninggal dengan tangan terikat dan mulut terplester.

Pada korban ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik dan seksual.

Selanjutnya AA, NH dan SK menjalani proses persidangan dengan dakwaan pembunuhan berencana.

AA dan NH mengakui telah melakukan pembunuhan dengan alasan dendam atas penganiayaan yang dilakukan korban terhadap mantan istri NH.

Diketahui, dari salah satu WNI yang dieksekusi mati itu merupakan warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Baca juga: 2 WNI Dieksekusi Mati di Arab Saudi Karena Menghabisi Nyawa Sesama WNI, Ini Penjelasan Kemlu

Tepatnya warga Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Kepala Desa Loji, Papang Suherlan membenarkan bahwa salah satu WNI yang di eksekusi mati di Arab merupakan warganya.

WNI asal Kampung Cimapag, Desa Loji itu bernama Agus Ahmad Arwas (AA) alias Iwan Irawan Empud Arwas.

"Iya itu kasusnya sudah 2 tahun, tadi kebetulan datang dari Kementerian Luar Negeri cuma sebentar dengan dari KBRI, termasuk dari Kecamatan, ke kami menginformasikan, menanyakan alamat atasnama bapak Iwan Irawan bin bapak Empud beralamat di Kampung Cimapag RT 04 Dusun Cimapag, Desa Loji," ujarnya via telepon.

"Kami tadi ada giat lain, berangkat tadi menyuruh staf (desa) mengawal sampai di sana, sampai di sana mengkonfirmasi ke pihak keluarga, informasinya itu saja sepengetahuan saya, betul (AA) warga Cimapag," jelasnya.

Papang mengatakan, AA sudah puluhan tahun bekerja di Arab, sedangkan istrinya berada di rumah.

"Kerja udah puluhan tahun di sana, istrinya ada di sini, informasinya udah dari tahun 2021 banyak dari KBRI datang ke sini," ucapnya.*

Baca juga: TKW Pamerkan Rumah Mewah Nuansa Putih Emas Hasil Kerja Keras di Taiwan Viral, Ini Penampakannya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved