Breaking News:

MotoGP Mandalika

Menelusuri Penjuru Sirkuit Pertamina Mandalika, di Bukit 360 Derajat Bisa Lihat Semua Lekuk Tikungan

Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika akan menjadi saksi sejarah kembalinya ajang kejuaraan balap motor dunia ke Indonesia

Editor: Machmud Mubarok
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Sirkuit MotoGP Mandalika dalam proses pembangunan saat diabadikan pada Minggu (20/12/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika akan menjadi saksi sejarah kembalinya ajang kejuaraan balap motor dunia ke Indonesia dengan digelarnya MotoGP seri kedua musim 2022.

Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika akan menjadi saksi sejarah kembalinya ajang kejuaraan balap motor dunia ke Indonesia dengan digelarnya MotoGP seri kedua musim 2022.

Beberapa hari lagi desing suara mesin motor pebalap MotoGP akan membahana berpacu di lintasan Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lintasan sepanjang 4,3 km ini akan menjadi saksi sejarah kembalinya pentas kasta tertinggi kejuaraan balap motor dunia.

Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dibangun oleh MRK1 Consulting yang berkantor di Bahrain. Konsultan ini mengerjakan layout sirkuit, pavement sirkuit, dan drainase sirkuit. Konsultan ini juga mengerjakan sirkuit balap kelas dunia, seperti Sirkuit Internasional Chang di Thailand yang juga menggelar MotoGP. Sementara untuk struktur tunnel atau terowongan sirkuit dan bangunan race control ditangani oleh konsultan Amsecon.

Baca juga: Indonesia Menjadi Legenda Melalui Mandalika, Sandingkan Teknologi, Kecakapan SDM dan Potensi Wisata

Dalam dokumen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) disebutkan jangka waktu pengerjaan sirkuit ini sejak 15 Juli 2020–30 Juni 2021. Akibat pandemi Covid-19, pengerjaan proyek sirkuit ini sempat mengalami beberapa kali penundaan.

Secara umum, sirkuit ini memiliki tiga area, yaitu lintasan sirkuit, garasi motor pebalap, dan tribune penonton. Di samping ketiga area tersebut, tidak kalah penting adalah fasilitas penunjang sirkuit yang menambah lengkap dan estetis, seperti selasar gerbang sirkuit yang bisa digunakan sebagai ruang publik bagi pejalan kaki dan untuk swafoto, area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), area pendaratan helikopter, unit kesehatan (medical centre), dan area parkir bagi penonton.

Lintasan sirkuit

Dalam data proyek sirkuit yang dikeluarkan ITDC, lintasan memiliki panjang 4,301 km, lebar 15 meter, 17 tikungan terdiri 6 tikungan ke kiri dan 11 ke kanan. Sirkuit ini juga dilengkapi lintasan service road selebar 14 meter. Service road membentang di sisi kanan dan kiri sepanjang lintasan. Service road berfungsi sebagai lintasan darurat sirkuit untuk mengangkut kendaraan atau pebalap yang terjatuh dan tidak melanjutkan balapan.

Lintasan sirkuit memiliki pengamanan berupa run off area yang terdiri dari permukaan aspal, rumput, dan kerikil. Run off area berfungsi ketika pebalap yang melebar saat memacu kendaraannya, maka tidak akan langsung masuk rumput atau kerikil. Lebar run off area sangat bervariasi tergantung dari karakter tikungan dan kecepatan laju motor pebalap. Run off area dan gravel paling luas berada di tikungan 10 karena untuk mengantisipasi kecepatan laju motor dari tikungan 6, 7, 8, dan 9 yang berkarakter tikungan cepat dan mengalir saat pembalap memacu motornya.

Trek lurus yang membentang di gand stand utama di depan garis start dan finish memiliki panjang 507 meter. Saat tes pramusim 11-13 Februari lalu, top speed atau kecepatan puncak diraih Johaann Zarco (Pramac Ducati) mampu melaju hingga 314,8 kilometer per jam pada sesi Jumat dan Minggu. Sementara jawara seri MotoGP Qatar lalu, Enea Bastianini (Gresini Racing), dengan motor Ducati juga meraih kecepatan puncak yang sama pada hari Sabtu (12/2). Dari tiga hari tes pramusim, catatan tercepat satu putaran diraih Pol Espargaro (Repsol Honda) meraih 1 menit 31,060 detik pada hari ketiga.

Lapisan aspal yang digunakan menggunakan teknologi stone mastic asphalt (SMA). Setelah tes pramusim lalu, dilakukan pengaspalan ulang dari tikungan 16,5 menuju tikungan 5,5 sepanjang 1,602 kilometer dipimpin oleh dua ilmuwan dari Universitas Ulster, Irlandia, yaitu Campbell Waddell dan David Woodward. Mereka merupakan pakar pengaspalan dan pengujian lapisan permukaan lintasan balap dari konsultan Roads Runways Racetracks (R3). Pengaspalan dilakukan agar kondisi lintasan lebih bersih dan aman setelah dilakukan evaluasi pada tes pramusim.

Baca Selengkapnya di 

https://www.kompas.id/baca/olahraga/2022/03/15/menelusuri-penjuru-sirkuit-pertamina-mandalika/?utm_source=tribunnews&utm_medium=redirect&utm_content&utm_campaign=liputan_mandalika

(Litbang Kompas/TOPAN YUNIARTO, editor: WISNU AJI DEWABRATA)

Artikel ini telah dimuat pada Surat Kabari Harian Kompas edisi Rabvu (16/3/2022).

Simak liputan lengkap seputar MotoGP Mandalika dan berita mendalam khas Kompas lainnya di https://klik.kompas.id/mandalikatribun/

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved