Breaking News:

Masjid dan Rumah di Cianjur Rusak Akibat Gempa 5,5 Magnitudo Pagi Tadi

Sejumlah bangunan dan rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi Rabu (16/3/2022) sekitar pukul 16.03 WIB.

Editor: dedy herdiana
Dok. Koramil Sindangbarang
Masjid di Desa Girimukti Cianjur mengalami kerusakan akibat gempa, Rabu (16/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Sejumlah bangunan dan rumah mengalami ke rusakan akibat gempa yang terjadi Rabu (16/3/2022) sekitar pukul 16.03 WIB.

Ke rusakan terjadi di wilayah Kecamatan Sindangbarang tepatnya di Desa Girimukti.

Desa Girimukti yang cukup jauh dari bibir pantai sekitar 7 kilometer mengalami ke rusakan bangunan langit-langit masjid dan rumah warga.

Laporan dari Desa Girimukti kerusakan terjadi di Masjid Al Ikhlas, Kampung Bojongkoneng RT 02/02, akibat gempa atap plapon masjid jatuh sebagian.

Baca juga: UPDATE Gempa Sukabumi Magnitudo 5,5 Pagi Tadi, BMKG Sebut Guncangan Gempa Terasa di 14 Daerah Ini

Gempa Sukabumi Rabu 16 Maret 2022
Gempa Sukabumi Rabu 16 Maret 2022 (BMKG)

Ke rusakan kedua di rumah Imas di kampung yang sama dimana rumahnya retak akibat gempa.

Diberitakan sebelumnya, getaran gempa mengagetkan pegawai yang berada di lingkungan Sekretariat Darrah Kabupaten Cianjur, Rabu (16/3/2022).

Mereka berhamburan keluar gedung karena merasakan dua kali getaran gempa yang cukup kuat.

Belum ada laporan ke rusakan dari getaran gempa yang berpusat di Sukabumi ini.

Meski diketahui gempa bumi berada di 113 km Tenggara Kota Sukabumi dengan kekuatan 5.5 Magnitudo sangat terasa di Kabupaten Cianjur.

Seorang pegawai Setda Kabupaten Cianjur, Beno l, mengaku kaget karena ada gempa yang cukup terasa kencang.

“Saya kan lagi zoom, pakai headset tiba-tiba lihat pada lari, pas saya lihat laptop bergetar, spontan saya lari keluar gedung,” ujar Beno.

Baca juga: GEMPA Magnitudo 5,5 Guncang Sukabumi, Terasa hingga ke Bandung, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan

Ia mengatakan, bahwa gempa terasa sangat kencang, bahkan barang-barang yang berada di meja pun bergetar dan hampir jatuh.

“Ada juga teman saya karena panik langsung keluar dan tak pakai sendal bahkan tas pun tertinggal,“ katanya.

Beno mengatakan, gempa terjadi dua kali, meskipun tidak terjadi lama hanya beberapa detik.

“Panik saya juga liat yang lain, tapi saya beresin dulu laptop langsung keluar gedung, sementara di Bawah dulu takut ada gempa susulan,” katanya.

Senada diungkapkan Pegawai Setda Kabupaten Cianjur lainya Lilis, Ia mengaku panik ketika terjadi gempa.

“Saya ga mikir apa-apa, sendal pun tertinggal karena takut,” ujarnya.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved