Breaking News:

Tiga Tahun Nurhalimah Hilang di Riyadh Arab Saudi, Keluarga TKW Asal Cianjur Ini Hanya Berbekal Foto

Nurhalimah binti Obar (26), seorang pekerja migran Indonesia asal Kampung Cibodas, Cianjur, hilang kontak selama tiga tahun.

Editor: dedy herdiana
Dok. Astakira Cianjur
TKW asal Cianjur, Nurhalimah binti Obar (26), seorang pekerja migran Indonesia asal Kampung Cibodas, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, hilang kontak selama tiga tahun di Arab Saudi. 

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Nurhalimah binti Obar (26), seorang pekerja migran Indonesia asal Kampung Cibodas RT 01/02, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, hilang kontak selama tiga tahun.

Sang kaka kandung, Budi Hartono (30), berharap adiknya yang disebut-sebut bekerja di Arab Saudi itu segera ditemukan.

Nurhalimah berangkat pada 2019 melalui penyalur atau calo berinisial IS, asal Rancagoong, Cianjur.

TKW asal Cianjur tersebut pernah memberi kabar kepada keluarganya satu kali setelah satu bulan berada di Arab Saudi tepatnya di kota Riyadh. Namun setelah itu hingga saat ini tidak ada kabar.

"Adik saya memberi kabar ke pihak keluarga satu bulan sudah bekerja. Namun dari saat itu sampai sekarang hilang kontak," ujar Budi saat ditemui di sekretariat Astakira Cianjur, Senin (7/3/2022).

Baca juga: Rika Peluk Erat 2 Anaknya Sambil Menangis, TKW Asal Sukabumi Ini Bisa Pulang Usai Terlantar di Arab

Dengan tekad kuat, Budi terus berupaya untuk mencari keberadaan adiknya itu walaupun hanya berbekal foto, KTP, dan KK.

"Saya yakin adik saya masih hidup," katanya  sambil beruraian air mata.

Budi berharap kepada pemerintah Indonesia terutama agar adiknya itu bisa secepatnya bisa ditemukan.

"Saya berharap kepada pemerintah bisa membantu melacak adik saya di Arab Saudi," katanya.

Divisi Hukum DPC Astakira Cianjur Samsa S mengatakan kasus serupa PMI asal Cianjur yang mengalami hilang kontak di negara penempatan banyak sekali.

"Banyak PMI asal Cianjur yg hilang kontak," kata Samsa.

Baca juga: SBMI Indramayu Tunggu Surat Kuasa dari Keluarga Meliyani,TKW Asal Kandanghaur Itu Sakit di Abu Dhabi

Samsa mengatakan, kaitan dengan PMI Nurhalimah, pihak keluarga tidak tahu persis alamat dari calo atau pemeroses  tersebut.

Bahkan lanjut dia, ini yang menjadi kendala pelacakan lantaran kakak kandungnya yang sekrang memberikan kuasa ke Astakira Cianjur hanya mempunyai data KK, KTP dan foto yang bersangkutan.

"Terkendala dengan data kelengkapan. Tapi kami akan terus berupaya," katanya.

Astakira Cianjur berharap pemerintah daerah agar bisa campur tangan kaitan dengan permasalahan PMI asal Cianjur jadi bukan kaitan legal atau ilegal tapi ini kewajiban bersama dan kemanusiaan.

"Ya, berharap Pemkab Cianjur betul -betul campur tangan terkait dengan penanganan permasalahan PMI," katanya.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved