Usai Habisi Kakak Ipar, Pria Ini Duduk Santai Merokok di Ruang Tamu, Tangan Berlumuran Darah

Seorang pria di Kota Samarinda, Kalimantan Timur berinisial BH (25) tega menghabisi nyawa kakak iparnya sendiri, MF (31).

Editor: Mumu Mujahidin
(TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)
Lokasi kejadian berdarah antara kakak dan adik ipar di Jalan Adam Malik II, Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Jumat (4/3/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Lebih tepatnya terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (4/3/2022) sekira pukul 15.40 Wita.

Seorang pria berinisial BH (25) tega menghabisi nyawa kakak iparnya sendiri, MF (31).

Korban tewas setelah ditikam adik iparnya secara membabi buta.

Terdapat 35 luka tusuk yang bersarang di tubuh korban.

Ilustrasi pisau
Ilustrasi pisau (shutterstock)

Dari informasi warga setempat, pembunuhan itu dilatarbelangi dendam lama.

"Katanya sering disuruh cari kerja sama korban. Sering ribut gitu," kata Mina (38), warga sekitar, seperti dikutip dari Tribun Kaltim.

Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aiptu Harry Cahyadi mengatakan, ditemukan 35 luka tusuk di tubuh korban.

Terdapat dua luka robek di kepala, 19 luka tusukan di bagian tubuh depan, dan 14 tusukan di bagian tubuh belakang.

"Kita masih menunggu hasil visum dan autopsi untuk mengetahui pasti kematian korban," kata Harry.

Baca juga: 14 Pelaku Sadis yang Kubur Hidup-hidup Terduga Pencuri di Gunung Cikuray Garut Segera Diadili

Sementara itu, Ketua RT setempat, Didik Arianto mengatakan, korban tak melarikan diri setelah membunuh adik iparnya.

Pelaku malah duduk santai sambil merokok di ruang tamu kontrakannya atau di lokasi kejadian.

Didik melihat pelaku mengenakan kaus oblong warna hitam dengan tangan kanan berlumuran darah.

Ia mendatangi kontrakan pelaku karena mendapat informasi dari warga bahwa terjadi pertikaian antara pelaku dan korban.

"Darahnya masih menetes ke lantai, ada pisau dapur penuh darah di samping kirinya," bebernya, dikutip dari Tribun Kaltim.

Melihat itu, Didik langsung berlari masuk ke kontrakan korban.

Benar saja, saat masuk ke dapur, Didik mendapati MF sudah tergeletak bersimbah darah.

"Ada luka robek terbuka di punggung belakang korban," tambahnya.

Masih dari Tribun Kaltim, saat kejadian, warga sempat mendengar suara keributan dari rumah kontrakan pelaku.

Mad Hosen (25), warga sekitar, bahkan sempat beberapa kali mendengar suara teriakan kesakitan dan minta tolong.

Baca juga: Begal Sadis Tembak Pria di Hadapan Anak dan Istrinya yang Sedang Dibonceng, Motor NMax Raib

Karena merasa ada yang tak beres, dia pun hendak mendatangi kontrakan pelaku.

"Tapi dicegat sama warga, katanya jangan ikut campur. Paling masalah keluarga biasa," tuturnya.

Namun, tak lama berselang, keluar R (19), yang merupakan adik dari istri MF.

R keluar kontrakan dengan luka sayatan besar di telapak tangan sebelah kanan.

"Katanya iparnya ditikam pamannya, tangannya luka pas berusaha mau merebut pisau dari pelaku," ungkap Mad Hosen.

Mendapati hal itu, warga langsung melapor Ketua RT setempat dan menghubungi pihak kepolisian.

"Pas Ketua RT datang baru beberapa dari kami berani masuk. Itu peaku duduk di ruang tamu."

"Korbannya berlumuran darah di dapur dan sudah tidak bergerak," bebernya.

Kasat Reksrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan.

Pihaknya juga telah memeriksa empat saksi dalam kasus ini, termasuk adik pelaku, R.

"Kalau pengakuan sementara pelaku, motifnya karena masalah pribadi antara dia dan korban."

"Intinya saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini," ujarnya saat dijumpai di Mapolresta Samarinda.

Baca juga: SADIS Ditolak Berhubungan Sesama Jenis Pria di Dumai Ditikam Sembilan Kali oleh Temen Kencannya

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunKaltim.co/Rita Lavenia)

Berita lain terkait Pembunuhan Kakak Ipar

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved