Breaking News:

AKBP Sumarni Tangkap Oknum Guru SD Cabul, Tiga Murid di Bawah Umur Jadi Korban Kebejatannya

Ditangkapnya PNS yang berinisial AD (45) kali ini, disebabkan telah melakukan tindak pidana pencabulan kepada murid yang masih di bawah umur. 

Editor: Mumu Mujahidin
TRribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati
Kapolres Subang AKBP Sumarni saat memimpin Press Conference di Mapolres Subang, Rabu (2/3/2022) malam. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati. 

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS) di lingkungan Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diringkus jajaran Satreskrim Polres Subang. 

Ditangkapnya PNS yang berinisial AD (45) kali ini, disebabkan telah melakukan tindak pidana pencabulan kepada murid yang masih di bawah umur

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Subang, AKBP Sumarni saat menggelar Press Conference di Mapolres Subang, Rabu (2/3/2022) malam. 

"Telah kami amankan AD pekerjaan PNS beralamat di Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban," ujar Sumarni. 

Menurut AKBP Sumarni, pelaku tega melakukan aksinya kepada tiga muridnya yang berinisial MA (11), MB (12), dan CO (12) masih di bawah umur di sekolah dasar yang berada di Kecamatan Cikaum tersebut. 

Ilustrasi foto ASN di sebuah instansi pemerintahan.
Ilustrasi foto ASN di sebuah instansi pemerintahan. (Tribun Timur)

Modus operandi pelaku, untuk memuluskan aksi tidak senonohnya, pelaku mengancam kepada korban akan memberikan nilai jelek, jika tidak menuruti perbuatan bejatnya. 

"Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dengan berpura-pura memberikan pelajaran kemudian melakukan perbuatannya jika korban melapor tidak akan diberikan nilai bagus," katanya. 

Selain itu, lebih parahnya lagi, masih kata Sumarni, pengakuan dari pelaku melakukan perbuatannya di ruangan kelas. 

"Pelaku sudah melakukan aksinya sejak tahun 2021 hingga awal bulan Januari 2022," ucapnya. 

Atas pengungkapan kali ini, polisi mengamankan barang bukti yakni seragam sekolah dari ketiga korban. 

Sementara itu, akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda paling banyak 5 miliar Rupiah.

Baca juga: Oknum Guru di Surabaya Pukul Siswa SMP di Kelas, Orang Tua Lapor Polisi

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved