Breaking News:

Pohon Tumbang di Sukabumi Makan Korban Jiwa, 2 Pemotor dan Bocah 7 Tahun Tewas

Angin kencang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (27/2/2022) telah memakan sejumlah korban jiwa.

Dok BPBD Kabupaten Sukabumi
Kondisi kendaraan tertimpa pohon di jalan Raya Cikidang, Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/2/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Angin kencang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (27/2/2022) telah memakan sejumlah korban jiwa.

Angin kencang yang terjadi mengakibatkan pohon tumbang dan terdapat korban jiwa.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi, sehari kemarin terdapat empat bencana angin kencang.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Palabuhanratu - Cisolok, tepatnya di Tanjakan SBH, Cagar Alam, Kecamatan Cikakak.

Baca juga: Wanita di Indramayu Meronta-ronta Takut Divaksin, Langsung Tenang Saat Kapolsek Losarang Ucap Ini

Dan angin kencang membuat pohon tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor.

Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani mengatakan, peristiwa di tempat ini menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"2 orang atas nama Nurlaela, 45 tahun Nyai Maryati, 40 tahun meninggal dunia," kata Anita dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Senin (28/2/2022).

Tak hanya itu, peristiwa pohon tumbang menimpa pengendara juga terjadi di Jalan Raya Cikidang - Cikidang, Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang.

Di lokasi ini mobil Pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi F 8415 QM berisi tiga orang tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan raya tersebut.

Dari tiga orang itu, satu diantaranya meninggal dunia, yakni seorang anak yatim berusia 7 tahun bernama Muhammad Arfan.

Sedangkan dua orang bernama Yoyoh (59) dan Dede Pendi (38) mengalami luka. Evakuasi korban pun berlangsung drastis. Ketiga korban terjepit di dalam mobil.

Saat evakuasi, terlihat Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah terjun langsung membantu evakuasi korban.

Lebih lanjut, Anita Mulyani mengatakan, korban anak yatim itu dikenal kerabatnya merupakan anak saleh yang rajin azan di masjid kampung tempat tinggalnya.

"Almarhum (Arfan) sedang pergi dengan nenek dan pamannya, saat ini almarhum akan di berangkat kan ke Kalapa Nunggal, sedang menunggu izin neneknya yang juga ingin ikut pulang, insya Allah korban yang meninggal dunia di Cikidang anak yang Saleh, menurut keluarga korban almarhum anak yatim yang selalu azan magrib di masjid dekat rumahnya," kata Anita.

Bencana angin kencang juga terjadi Jalan Mareleng - Palangpang, Kecamatan Ciemas dan di Kampung Bojongsawah, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, yang menyebatkan 10 rumah rusak sedang.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana," ucap Anita.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved