Breaking News:

Keluarga Sutardi, Korban Tabrakan Kereta Api Mendapat Santunan dari Jasa Raharja, untuk Biayai Anak

Jasa Raharja Perwakilan Cirebon menyerahkan santunan kecelakaan kepada keluarga korban tabrakan kereta ap

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
DOK/JASA RAHARJA PERWAKILAN CIREBON
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Cirebon, Okto Arif Primanto (kiri), saat menyerahkan santunan kecelakaan kepada istri Sutardi, Mimin Musyarofah, di kediamannya, Kamis (24/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jasa Raharja Perwakilan Cirebon menyerahkan santunan kecelakaan kepada keluarga korban tabrakan kereta api, Kamis (24/2/2022).

Korban tersebut bernama Sutardi merupakan anggota Polsek Kapetakan yang meninggal dunia akibat tabrakan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu pada Selasa (22/2/2022).

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di perlintasan kereta api KM 203 + 6/7 petak jalan Arjawinangun - Bangodua.

Baca juga: Warga Bisa Ikut Uji Coba Naik Kereta Api Gratis dari Stasiun Cibatu ke Stasiun Garut, Ini Jadwalnya

Baca juga: Seorang Santri di Cirebon Tewas Tersambar Kereta Api Argo Dwipangga, Begini Kronologinya

Santunan itu diserahkan langsung Kepala Jasa Raharja Perwakilan Cirebon, Okto Arif Primanto, didampingi PJ Kantor Jasa Raharja Palimanan, Dedi Kusmayadi, kepada Mimin Musyarofah selaku ahli waris dari Sutardi.

"Pemberian santunan kecelakaan ini sebagai bukti kehadiran pemerintah kepada keluarga almarhum Bapak Sutardi," ujar Okto Arif Primanto saat ditemui seusai menyerahkan santunan itu.

Ia mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 Tahun 2017 besaran santunan yang diberikan kepada ahli waris Sutardi ialah Rp 50 juta.

Santunan itu pun ditransfer langsung ke rekening Mimin Musyarofah selaku istri Sutardi sehingga pihaknya hanya menyerahkan secara simbolis buku tabungan kepada ahli warisnya.

"Kami juga mengapresiasi kinerja kepolisian, bank, dan lainnya yang bertindak cepat menangani kasusnya sehingga santunan ini bisa diberikan kepada ahli waris," kata Okto Arif Primanto.

Pasalnya, santunan yang telah diberikan itu menandakan seluruh dokumen dan persyaratan lainnya yang diperlukan telah dipenuhi berkat kerja keras seluruh unsur terkait.

Sementara Mimin Musyarofah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya dalam mengurus pencairan santunan tersebut.

Karenanya, pengurusan pencairan santunan dari Jasa Raharja tersebut sangat mudah dan cepat sehingga kini sudah diterimanya.

"Kami sangat tidak menyangka kehilangan suami dan ayah dari anak-anak begitu cepat. Santunan ini akan digunakan untuk keperluan anak," ujar Mimin Musyarofah.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved