Mogok Produksi, Pengrajin Tahu dan Tempe di Indramayu Terpaksa Tolak Ratusan Pelanggan
Ratusan pelanggan yang hendak membeli tahu dan tempe terpaksa kembali lagi dengan tangan hampa di pabrik produksi milik Tarma
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ratusan pelanggan yang hendak membeli tahu dan tempe terpaksa kembali lagi dengan tangan hampa di pabrik produksi milik Tarma (53) di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin (21/2/2022).
Tarma sejak pagi tadi terus menolak para pembeli yang berdatangan.
Padahal para pembeli itu merupakan pelanggan setianya yang sudah lama memesan tahu dan tempe sejak ia mulai usaha pada tahun 1990-an lalu.
Mereka biasa membeli tahu dan tempe di tempat usaha Tarma untuk dijual kembali di pasar maupun secara keliling di wilayah Kota Indramayu.
"Dari pagi sudah tak terhitung yang saya tolak, sampai puluhan bahkan ratusan, sudah banyak," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Tarma menyampaikan, terpaksa menolak pelanggan karena mulai hari ini ia bersama para pengrajin tahu dan tempe lainnya tengah melakukan aksi mogok produksi.
Mogok produksi tersebut mulai berlangsung pada hari ini sampai Rabu (23/2/2022) mendatang.
Aksi ini dilandasi karena rasa kecewa para pengrajin imbas mahalnya harga kedelai, saat ini, kata dia, harga kedelai sudah mencapai Rp 12 ribu per kilogram.
Tarma berharap, dengan aksi yang dilakukan para pengrajin tahu dan tempe, publik bisa mengetahui bahwa saat ini harga kedelai melonjak drastis.
Sehingga, kata dia, pemerintah bisa mengambil solusi untuk kembali menyetabilkan harga, demi keberlangsungan usaha para pengrajin.
"Kita sebagai pengrajin itu melakukan usaha karena untuk cari makan, buat makan itu dibutuhkan keuntungan, terus kalau kedelainya naik terus dari mana dapat keuntungannya," ujar dia.