Breaking News:

Potensi Gempa Megathrust Magnitudo 8,7 Bisa Hancurkan Banten, Gubernur: Percepat Bangun Shelter

Potensi megathrust di Selat Sunda sebesar magnitudo 8.7 yang mengancam wilayah Banten mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Editor: Machmud Mubarok
NET
Ilustrasi tsunami 

TRIBUNCIREBON.COM, BANTEN - Potensi megathrust di Selat Sunda sebesar magnitudo 8.7 yang mengancam wilayah Banten mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Gubernur Banten Wahidin Halim meminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengungsian dan mewaspadai potensi gempa dan tsunami di wilayah Kota Cilegon.

"Pembangunan pengungsian perlu dipercepat seperti pembangunan shelter, jalur evakuasi, rambu-rambu, serta gudang logistik," kata Wahidin melalui keterangan tertulisnya yang diperoleh Kompas.com. Rabu (16/2/2022).

"Pemprov Banten siap membangun infrastruktur pengungsian dengan dukungan penyediaan lahan dari Kabupaten/Kota," sambung Wahidin.

Baca juga: GEMPA Bumi Hari Ini Magnitudo 4,2 Mengguncang Bengkulu, Pusat Gempa 174 Km Barat Laut Enggano

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Banten, Warga Sukabumi Kaget Lagi Ngopi Tiba-tiba Rasakan Getaran

Mantan Wali Kota Tangerang itu pun mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pihak. Hal itu perlu dilakukan, kata Wahidin, karena Banten berada pada zona megathrust di sebelah Selatan, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda di sebelah Barat.

“Perlu adanya pemahaman bersama tentang persoalan ini. Gempa bisa terjadi kapan saja dan memiliki potensi tsunami,” ujar Wahidin.

Dijelaskan Wahidin, Kota Cilegon memiliki sejumlah objek vital negara dan banyaknya industri kimia. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan risiko dampak jika terjadi gempa dan tsunami di wilayahnya.

Untuk itu, lanjut Wahidin, perlu ditingkatkan sosialisasi bersama antara Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon sebagai bentuk upaya mitigasi bencana.

“Masyarakat juga perlu mendapatkan peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang harus sungguh-sungguh memperhatikan masyarakat," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Perekayasa di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Widjo Kongko mengatakan gempa Banten yang belum lama terjadi kembali mengingatkan akan adanya potensi gempa bumi megathrust Selat Sunda yang mencapai magnitudo 8,7.

Widjo menuturkan gempa bumi magnitudo 6,6 yang mengguncang Banten pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB menjadi penanda bahwa Indonesia termasuk wilayah yang rentan bencana gempa bumi dan tsunami.

"Gempa yang terjadi di Banten ini mengingatkan adanya potensi ancaman di Selatan Jawa, Selat Sunda, Sumatera, dengan potensi megathrustnya,” ujar Widjo Kongko dalam keterangan tertulis, Selasa.

Doktor yang pernah meneliti potensi gempa bumi megathrust dan tsunami di Selatan Jawa tersebut mengatakan gempa bumi Banten terjadi di daerah yang disebut sebagai seismic gap, yakni zona yang selama ini tidak menunjukkan adanya aktivitas seismik.

Gempa bumi Banten yang berpusat di Selat Sunda pada Jumat (14/1/2022) itu tidak menimbulkan tsunami. Menurut dia, potensi gempa bumi megathrust Selat Sunda adalah magnitudo 8,7, namun bisa saja lepasnya bersamaan dengan segmentasi di atasnya, yaitu megathrust Enggano, dan di sebelah timurnya megathrust Jawa Barat-Tengah.

"Jika pelepasan potensi gempa tersebut terjadi bersamaan, maka magnitudo gempa bumi bisa mencapai 9 atau lebih. Energi yang dihasilkan dari potensi gempa itu mirip dengan gempa bumi dan tsunami Aceh 2004," katanya.

Namun, lanjut Widjo, karena secara umum kedalaman laut di daerah sumber gempa lebih dalam dibandingkan dengan yang kejadian 2004, maka berdasarkan perhitungan model, secara saintifik tsunami yang terjadi bisa lebih tinggi dari Aceh.

Meskipun demikian, ia mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun bersama pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dapat meningkatkan upaya mitigasi.

Oleh karena itu, Widjo mengatakan di sisi hilir, perlu menyiapkan program mitigasi bencana yang diperlukan, diantaranya menyiapkan peta ancaman dan peta risiko detail di setiap daerah. Program mitigasi lain adalah memberikan edukasi bencana kepada masyarakat, menyiapkan tempat evakuasi yang layak, dan secara rutin melakukan simulasi menghadapi tsunami.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami di Banten, Gubernur Wahidin Minta Pembangunan Pengungsian Dipercepat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/02/16/143329878/ada-potensi-gempa-megathrust-dan- tsunami-di-banten-gubernur-wahidin-minta.
Penulis : Kontributor Serang, Rasyid Ridho
Editor : Gloria Setyvani Putri

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved