Breaking News:

Buron 4 Bulan Pelaku Pembacokan Remaja 16 Tahun di Indramayu Akhirnya Ditangkap Polisi

Kanit Reskrim mengatakan, pelaku pembacokan berinisial M ini sempat buron selama 4 bulan hingga akhirnya polisi berhasil menemukan keberadaaanya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Foto istimewa/Polsek Terisi
Polisi saat menangkap pelaku pembacokan terhadap remaja 16 tahun di Mapolsek Terisi Indramayu, Minggu (13/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pelaku pembacokan terhadap remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Indramayu diringkus polisi.

Kapolsek Terisi, AKP Hendro Ruhanda melalui Kanit Reskrim, Bripka Wahyudin mengatakan, pelaku berinisial M ini sempat buron selama 4 bulan hingga akhirnya polisi berhasil menemukan keberadaaanya.

"Pelaku ini ditangkap pada Minggu 13 Februari 2022 sekira jam 03.00 WIB di lapangan bola Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (14/2/2022).

Bripka Wahyudin menyampaikan, dihadapan polisi, pelaku mengakui semua perbuatannya.

Remaja 16 tahun jadi korban pembacokan di lapangan bola Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB lalu.
Remaja 16 tahun jadi korban pembacokan di lapangan bola Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB lalu. (Istimewa)

Ia bahkan mengakui, orang yang melakukan pembacokan secara langsung terhadap korban adalah dirinya.

Ia menyambetkan golok sebanyak 1 kali mengarah pada kepala bagian belakang hingga membuat korban seketika tergeletak dan tidak sadarkan diri.

Kejadian itu, sebelumnya terjadi di lapangan bola Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB lalu.

Saat melakukan aksinya, pelaku tidak sendirian, ia bersama dua orang rekan lainnya, yakni A dan P yang saat ini masih buron atau daftar pencarian orang (DPO).

Kedua rekan pelaku itu, saat kejadian berperan untuk memukuli korban dengan menggunakan tangan.

"Saya sewaktu membacok korban dengan menggunakan alat berupa 1 bilah Golok sebanyak 1 kali mengenai pada bagian kepala belakang sampai korban tergeletak tidak sadarkan diri karena ada masyarakat yang tidak di kenal datang lalu saya melarikan diri," ujar Bripka Wahyudin menirukan pengakuan pelaku.

Baca juga: Kronologi Pembacokan Pelajar di Cirebon Menjelang Jumatan, Diawali Aksi Lempar Batu Kelompok Korban

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved