Breaking News:

Pejabat di Tangerang Pamer Gepokan Uang Berujung Pengunduran Diri, Bupati Langsung Minta Maaf

Aksi seorang pejabat di Tangerang pamer gepokan uang menjadi viral di media sosial.

Istimewa/Warta Kota
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria pamer gepokan uang yang berserakan di atas meja viral di media sosial. 

TRIBUNCIREBON.COM- Aksi seorang pejabat di Tangerang pamer gepokan uang menjadi viral di media sosial.

Kejadian pamer gepokan uang itu berujung pengunduran diri.

Terkait hal tersebut, Bupati Tangerang pun langsung minta maaf.

Baca juga: Bupati Bandung Dadang Supriatna Akan Menginap di Rumah Warga Tak Mampu, Ini Alasannya

Pria itu diketahui adalah Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Banten, Syaefunnur Mazah.

Dalam video berdurasi 14 detik tersebut, pria berbaju batik warga hijau itu memegang sendok dan garpu.

Dengan alat makan tersebut, dia kemudian memindahkan uang gepokan dalam pecahan Rp 100.000 yang berserakan di meja ke dalam piring.

Pascavideo itu viral, Syaefunnur telah mengajukan pengunduran diri.

Baca juga: Yuni Shara Awet Muda Bak Tanpa Oplas Jelang Usia 50, Rahasianya Sering Oleskan Lendir di Wajah

Bupati Tangerang Minta Maaf

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan pihaknya sudah memanggil Syaefunnur untuk dimintai keterangan oleh Inspektorat Kabupaten Tangerang

Dari keterangan yang disampaikan oleh Syaefunnur, video tersebut direkam pada 2020 lalu.

Namun, baru beredar sekarang ini.

Zaki menyebutkan, apa yang dilakukan oleh Syaefunnur dalam video itu tidak etis.

Selain itu, juga tidak memiliki rasa empati kepada masyarakat.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria pamer gepokan uang yang berserakan di atas meja viral di media sosial.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria pamer gepokan uang yang berserakan di atas meja viral di media sosial. (Istimewa/Warta Kota)

"Kami menegur keras, bahkan akan menjatuhkan sanksi berat bagi ASN dan direksi atau pegawai BUMD yang mengunggah video yang tidak memperhatikan konten tidak etis semacam itu," ujar Zaki kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (2/2/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved