Penemuan Mayat di Kuningan
Saat Ditemukan Mayat Markopolo Masih Lentur, Ini Penjelasan Petugas Pemulasara
diketahui ada bercak darah di samping jasad tersebut. Selain itu, saat ditemukan, kondisi mayat masih lentur, tidak kaku.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sosok mayat, belakangan diketahui bernama Markopolo, yang ditemukan di Kampung Cipicung diketahui ada bercak darah di samping jasad tersebut. Selain itu, saat ditemukan, kondisi mayat masih lentur, tidak kaku.
Petugas pemeriksa dari Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, mengungkap bahwa cece an darah yang hampir mengering itu bukan akibat dari kekerasan terjadi pada korban sebelum meninggal. Namun kuat dugaan bahwa saat diketahui baru meninggal dunia darah dalam tubuh itu keluar.
"Iya, untuk kasus darah yang keluar dan berada di samping mayat itu terjadi setelah korban diketahui meninggal. Biasanya, kondisi korban meninggal akibat memiliki riwayat penyakit itu memang suka demikian," kata Wawan, petugas pemulasara RSUD 45 Kuningan saat ditemui di rumah sakit setempat, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: HEBOH Nelayan Temukan Mayat Wanita Hanya Pakai Legging dan Celana Dalam Pink di Pantai Indaramayu
Baca juga: BREAKING NEWS Warga Kuningan Kota Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Sebuah Rumah
Wawan menyebut tubuh korban saat diperiksa tidak memiliki tanda - tanda bekas kekerasan baik benda tumpul atau keras. Namun hanya diketahui beberapa lubang organ korban itu ada tetesan darah yang keluar.
"Jadi begini, darah yang keluar saat korban meninggal itu akibat reaksi penyakit dan bisa juga di akibatkan serangan semut merah kecil. Karena, tadi juga ada beberapa semut kecil pada jasad korban saat hendak dilakukan pemulasaraan," katanya.
Artinya, kata Wawan menambahkan bahwa kebiasaan semut merah menyerang korban yang sudah meninggal itu kerap terjadi. Sehingga tidak menutup kemungkinan, gigitan semut dengan jumlah banyak itu dapat merusak organ pada jasad korban tersebut.
"Kebiasaan darah keluar itu dari lubang telinga, mulut dan hidung. Ini terjadi diluar tindakan kekerasan itu akibat serangan semut atau dengan sendirinya, sebab setiap korban yang di mandikan dengan kasus sama itu suka mengeluarkan darah," katanya.
Dalam memastikan penemuan jasad korban, kata dia mengaku tidak banyak dilakukan perbaikan seperti pada jenazah kejadian kecelakaan atau sejenisnya.
"Jadi, kami urus mayat itu sesuai dengan standar pelayanan. Jika mayat itu diketahui robek akibat Kecalakaan misalnya, kami lakukan jahit ulang luka robek dalam jasad korban. Nah, kalau ini jasad ini tidak ada bekas apapun itu bentuk kekerasannya jadi seperti sedianya saja," katanya.
Selain itu, korban meninggal dunia tidak lebih dari 10 jam. Hal itu dibuktikan dengan masih lenturnya organ korban saat dilakukan pemulasara dengan syariat muslim pada umumnya.
"Kami menduga korban murni kematian akibat penyakit itu belum lama. Sebab tangan dan kaki serta organ lainnya masih sangat lentur dan belum mengeluarkan bau menyengat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/geger-penemuan-mayat-sekitar-pagi-pukul-0800-wib-kapolsek-sunarko-ungkap-begini.jpg)