Selasa, 9 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Penemuan Mayat di Kuningan

Tim Medis RSUD 45 Kuningan Buka Suara Soal Bercak Darah di Samping Mayat Markopolo

Petugas pemeriksa dari Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, mengungkap bahwa ceceran darah yang hampir mengering itu bukan akibat dari kekerasan

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Hand Over Humas Polsek Kuningan
Proses otopsi yang dilakukan tim dokter bersama Inafis Polres Kuningan di RSUD 45 Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Penemuan sesosok mayat yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, di Kampung Cipicung, Kuningan.

Diketahui ada bercak darah di samping mayat tersebut.

Petugas pemeriksa dari Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, mengungkap bahwa ceceran darah yang hampir mengering itu bukan akibat dari kekerasan terjadi pada korban sebelum meninggal.

Namun kuat dugaan bahwa saat diketahui baru meninggal dunia darah dalam tubuh itu keluar.

"Iya, untuk kasus darah yang keluar dan berada di samping mayat itu terjadi setelah korban diketahui meninggal. Biasanya, kondisi korban meninggal akibat memiliki riwayat penyakit itu memang suka demikian," kata Wawan yang juga petugas pemulasara RSUD 45 Kuningan saat ditemui di rumah sakit setempat, Selasa (1/2/2022).

Wawan menyebut tubuh korban saat diperiksa tidak memiliki tanda - tanda bekas kekerasan baik benda tumpul atau keras. Namun hanya diketahui beberapa lubang organ korban itu ada tetesan darah yang keluar.


"Jadi begini, darah yang keluar saat korban meninggal itu akibat reaksi penyakit dan bisa juga di akibatkan serangan semut merah kecil. Karena, tadi juga ada beberapa semut kecil pada jasad korban saat hendak dilakukan pemulasaraan," katanya.

Artinya, kata Wawan, kebiasaan semut merah menyerang korban yang sudah meninggal itu kerap terjadi.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, gigitan semut dengan jumlah banyak itu dapat merusak organ pada jasad korban tersebut.

"Kebiasaan darah keluar itu dari lubang telinga, mulut dan hidung. Ini terjadi diluar tindakan kekerasan itu akibat serangan semut atau dengan sendirinya, sebab setiap korban yang di mandikan dengan kasus sama itu suka mengeluarkan darah," katanya.

Dalam memastikan penemuan jasad korban, kata dia tidak banyak dilakukan perbaikan seperti pada jenazah kejadian kecelakaan atau sejenisnya.

"Jadi, kami urus mayat itu sesuai dengan standar pelayanan. Jika mayat itu diketahui robek akibat Kecalakaan misalnya, kami lakukan jahit ulang luka robek dalam jasad korban. Nah, kalau ini jasad ini tidak ada bekas apapun itu bentuk kekerasannya jadi seperti sedianya saja," katanya.

Selain itu, korban meninggal dunia tidak lebih  dari 10 jam. Hal itu dibuktikan dengan masih lenturnya organ korban saat dilakukan pemulasara dengan syariat muslim pada umumnya.

"Kami menduga korban murni kematian akibat penyakit itu belum lama. Sebab tangan dan kaki serta organ lainnya masih sangat lentur dan belum mengeluarkan bau menyengat," katanya. (*)

Diberitakan sebelumnya, 

Hasil olah TKP kejadian tempat ditemukannya mayat Markopolo alias Abdullah Rajab di Kecamatan/Kabupaten Kuningan ditemukan bercak darah.

Peristiwa penemuan mayat di sebuah rumah di Kampung Cipicung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan ini sempat menyita perhatian warga setempat.

Diketahui korban bernama Markopolo alias Abdullah Rajab (55) seorang pendatang asal Bangka Belitung.

Proses otopsi yang dilakukan tim dokter bersama Inafis Polres Kuningan di RSUD 45 Kuningan.
Proses otopsi yang dilakukan tim dokter bersama Inafis Polres Kuningan di RSUD 45 Kuningan. (Hand Over Humas Polsek Kuningan)

Beliau dikenal sebagai seorang mualaf di lingkungannya.

Polisi menemukan ada bercak darah tak jauh dari jasad korban tersebut.

"Dari hasil cek dan usai melakukan olah tempat kejadian perkara, korban punya riwayat darah rendah. Sehingga sering pinsan serta dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda anda kekerasan," kata Kapolsek Kuningan Kompol Sunarko saat di konfirmasi Tribuncirebon.com, Selasa (1/2/2022).

Polisi menduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya tersebut.

"Diduga korban meninggal akibat penyakit yang di deritanya," katanya.

Baca juga: Markopolo Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kuningan, Seorang Mualaf Asal Bangka Belitung

Markopolo Seorang Mualaf

Identitas jasad yang ditemukan warga dalam sebuah rumah di Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terungkap.

Sosok jenazah yang tergeletak di sebuah rumah di Kampung Cipicung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan sontak membuat sejumlah warga lain berdatangan menuju lokasi penemuan mayat tersebut.

Tidak hanya warga lain yang berdatangan, Haji Sahri yang juga tokoh masyarakat sekaligus pengurus lembaga mualaf di Kuningan ikut mendatangi TKP.

"Iya, yang meninggal itu mualaf dia masuk Islam itu sekitar pada tahun 2012. Dulu orang tua asuhnya itu Pak Haji Azis," ujar Sahri lagi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (1/2/2022).

Warga Kuningan kota digegerkan dengan informasi dengan penemuan mayat di Kampung Cipicung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Selasa (1/2/2022).
Warga Kuningan kota digegerkan dengan informasi dengan penemuan mayat di Kampung Cipicung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Selasa (1/2/2022). (Video FBL Tribun Cirebon)

Dia mengungkap sosok almarhum ini memiliki nama asli Markopolo yang juga merupakan warga Bangka Belitung.

Namun setelah menetap dan memeluk agama Islam di Kuningan ini berubah nama menjadi Abdullah Rajab.

"Nama asli dulu Markopolo dan sudah ganti nama, setelah memeluk Islam. Kini namanya Abdullah Rajab taksiran usia mungkin ada sekitar 55 tahunan sih," katanya.

Mengenai proses selanjutnya, kata dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jelas.

Pasalnya, permalasahan ini masih menjadi tanggungjawab dan pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

"Gak tahu ini masih di periksa kepolisian," katanya. (*)

Baca juga: BREAKING NEWS Warga Kuningan Kota Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Sebuah Rumah

Kronologi

Warga Kuningan kota digegerkan dengan informasi adanya penemuan mayat di Kampung Cipicung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Selasa (1/2/2022).

Data terhimpun di lokasi kejadian, sosok jenazah itu ditemukan berada di dalam bangunan rumah yang juga tempat tinggal korban.

Sehingga dalam pemeriksaan berlangsung dari sejumlah petugas kepolisian Polsek Kuningan serta dari Tim Inafis Polres Kuningan pun mendapat penjagaan dari petugas kepolisian lainnya.

Terpantau di lokasi kejadian, lokasi penemuan mayat pun langsung dibatasi dengan garis polisi alias police line agar warga yang berada di lokasi kegiatan penemuan mayat tersebut.tidak merusak TKP.

Ilustrasi - Tewas tak bernyawa
Ilustrasi - Tewas tak bernyawa (Tribunnews)

Teramati cukup lama petugas kepolisian melakukan pemeriksaan jasad korban serta melakukan pengambilan gambar alias pemotretan sebagai bahan pengumpulan data dan keterangan dalam kejadian tersebut.

Kosim (35) salah seorang warga di lokasi tidak mengetahui persis tentang kejadian penemuan mayat tersebut.

"Tidak tahu saya juga baru datang nih, katanya sih ada mayat tergelatak di dalam ruangan tersebut," katanya.

Saat di lokasi kejadian, petugas kepolisian belum bisa memberikan keterangan terkait penemuan sosok jenazah tersebut.

Namun, kondisi jenazah mayat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan.

"Iya tadi dibungkus kantong mayat dan dibawa mobil patroli Polsek Kuningan, katanya ke rumah sakit untuk diperiksa lebih teliti mungkin," katanya. (*)

Baca juga: Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Sriganding Kuningan, Kades Patala Jelaskan Begini

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved