TNI AD Bakal Rekrut Prajurit Baru dari Kalangan Santri, Ini Persyaratannya
Kodim 0608/Cianjur melakukan sosialisasi rekruitmen prajurit TNI AD dari lingkungan pondok pesantren.
TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Kodim 0608/Cianjur melakukan sosialisasi rekruitmen prajurit TNI AD dari lingkungan pondok pesantren.
Sosialisasi dilakukan di ponpes Al Ittihad Jalam Raya Bandung, Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut, menindaklanjuti program Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) yang membuka pendaftaran calon Prajurit TNI AD bagi santri dan lintas agama.
Baca juga: AKBP Doffie Fahlevi Tinggalkan Kuningan, Kini Punya Jabatan Mentereng, Bupati Acep Ungkap Pesan Ini
Dandim 0608 Cianjur, Letkol Arm Haryanto melalui Kasdim 0608/Cianjur, Mayor Chb A Khoirulloh Amin mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai tindak lanjut perintah Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk merekrut anggota TNI AD dari kalangan Pondok Pesantren atau santri dan lintas agama.
"Yang mana sebelumnya sifatnya terbatas, diutamakan memiliki kemampuan olah raga yang dapat di mengikuti jalur khusus masuk TNI. Namun untuk sekarang rekrutmen masuk TNI dari jalur santri," ujar kasdim di Cianjur, Kamis (27/1/2022).
Dengan perekrutan dari jalur santri, Kasdim berharap, ke depannya dapat memberikan ilmu yang dapat bermanfaat bagi para prajurit TNI AD.
"Kalau kyai dan tentaranya bersatu negara akan kuat. Ini niatan yang baik diberikan oleh pimpinan untuk merekrut menjadi TNI AD dari jalur santri," katanya.
Baca juga: Komnas HAM Temukan WC dan Kamar Mandi di Kerangkeng Milik Bupati Langkat Sangat Tak Manusiawi
Pimpinan Ponpes Al Ittihad, KH Kamali Abdul Ghani menyambut baik dengan program tersebut. Adanya program tersebut, akan menjunjung tinggi harkat derajat santri.
"Karena siapa yang akan membela negara ini kalau bukan kita. Mudah mudahan dengan acara ini ada daya tarik para santri untuk menjadi tentara, persiapkanlah jadi tentara yang baik," katanya.
Sementara itu, sekedar diketahui, terkait persyaratan perekrutan prajurit dari jalur santri, berdasarkan Surat Telegram (ST) Kasad 348 tanggal 24 Desember 2021.
Di antaranya yaitu persyaratan khusus mampu membaca Alquran dengan baik, Hapal Juz amma, mampu berpidato/ kultum dan mampu menjadi imam.
Sementara, untuk persyaratan tambahan, persyarat memahami hadis maksimal 3 hadis, dapat membaca dan menterjemahkan kitab kuning, mempu berbahasa arab, serta surat rekomendasi dari pengasuh atau pimpinan pondok.(fam)