Breaking News:

Akun Media Sosial Pejabat Kuningan Banyak Dipalsukan untuk Penipuan, Ini Tindakan Diskominfo

Menyinggung soal pejabat yang dibajak melalui akun media sosial, kata Wahyu diantaranya sosok Bupati, Wakil Bupati juga pernah terjadi.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa via Wartakota
Facebook Segera Ganti Nama WhatsApp dan Instagram, Ini Nama Barunya 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Akun media sosial mengatasnamakan pejabat di Kabupaten  Kuningan bertebaran.

Kemajuan teknologi tidak lepas dari kegiatan orang tak bertanggungjawab.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya akun media sosial yang mengatasnamakan pejabat di Kuningan, hingga membuat Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kuningan ini meretas akun-akun tersebut.

"Hingga saat ini, saya sudah melaporkan akun media sosial yang di miliki orang tak dikenal, dengan mengatasnamakan pejabat di Kuningan. Bentuk laporan itu langsung ke manajemen akun media sosial di pusat dan berhasil akun hoaks itu ditutup," kata Wahyu Hidayah saat memberikan keterangan di Kantor Diskominfo Kuningan, Jalan Aruji, (19/1/2022).

Ilustrasi - Facebook
Ilustrasi - Facebook (Kompas.com)

Bentuk laporan itu, kata Wahyu, menyertakan tulisan fisik sekaligus meminta Manajemen Facebook di Indonesia untuk mengambilkan permintaan tersebut.

"Ya, kami buat laporan tertulis dan minta manajemen Facebook menutup akun pembajakan tersebut. Untuk jumlahnya hingga saat ini sudah 10 akun saya laporkan," katanya.

Tujuan pelaporan itu, kata Wahyu mengaku bahwa ini sebagai bentuk pencegahan terhadap hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, sebagai upaya menertibkan dan memberikan rasa kenyamanan terhadap para pelaksana pelayanan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Baca juga: Para Korban Penipuan Pencatut Nama Pejabat di Indramayu Bermunculan, Uang Untuk Bangun Masjid Raib

"Ya tujuan kami melaporkan itu, supaya lebih kondusif saja. Karena tidak baik juga, saat ada nama seorang pejabat di Kuningan ini di manfaatkan dengan akun palsu tersebut," ujarnya. 

Menyinggung soal pejabat yang dibajak melalui akun media sosial, kata Wahyu diantaranya sosok Bupati, Wakil Bupati juga pernah terjadi.

Selain mereka, istri Pak Bupati berikut Sekretaris Daerah juga sama menjadi korban pembajakan nama yang dibuatkan dalam akun media sosial tersebut.

"Pejabat yang kena bajak dalam pembuatan akun media sosial. Diantaranya, ada Bupati, Wakil Bupati, Istri Bupati dan Sekretaris Daerah yaitu Pak Dian," katanya. (*)

Baca juga: Jubir Kementerian Kominfo: Facebook Jadi Medsos Terbanyak Tempat Penyebaran Hoaks Soal Covid-19

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved