Breaking News:

ADA Ramalan Gempa Besar Akan Terjadi di Palabuhan Ratu, BMKG: Jangan Percaya Berita Hoaks

BMKG meminta masyarakat untuk tidak mempercayai kabar yang katakan bahwa akan terjadi gempa besar setelah gempa terjadi di Banten dan Sukabumi

Editor: dedy herdiana
shutterstock
Ilustrasi Gempa 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - BMKG meminta masyarakat untuk tidak mempercayai kabar yang menyatakan bahwa akan terjadi gempa besar setelah sejumlah gempa terjadi di kawasan Banten dan Sukabumi beberapa waktu lalu.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menyatakan informasi dari pesan suara yang saat ini beredar yang menyatakan akan ada gempa susulan berkekuatan besar dan menimbulkan tsunami di Palabuhan Ratu adalah berita bohong.

Hoaks ini, katanya, disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang menginginkan keresahan di masyarakat. 

Baru saja, Sumur Banten diguncang gempa kembali, Sabtu pagi (15/1/2022), pukul 09.29 WIB.
Ilustrasi: Sumur Banten diguncang gempa kembali, Sabtu pagi (15/1/2022), pukul 09.29 WIB. (Tangkap layar laman BMKG)

"Kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Palabuhan Ratu dan sekitarnya dihimbau untuk tidak mempercayai berita bohong tersebut. Pastikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami bersumber resmi dari BMKG," katanya melalui ponsel, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Gempa 5,4 Magnitudo Kagetkan Warga Sukabumi, Guru dan Siswa Saat Upacara Hampir Bubar Berlarian

Ia mengatakan sebelumnya pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB, wilayah Selatan Banten
diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,6. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS; 105,05° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang,
Banten pada kedalaman 40 km.

"Gempa bumi susulan sampai saat ini sudah jauh menurun dengan kekuatan yang jauh lebih kecil, jadi jika ada yang menyatakan akan ada gempa susulan yang lebih besar serta menyebabkan tsunami adalah tidak benar, karena sampai saat ini gempabumi belum dapat diprediksi secara pasti, kapan, dimana serta berapa besar kekuatannya," katanya.

Ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Palabuhan Ratu dan sekitarnya dihimbau untuk tidak mempercayai berita bohong tersebut. Pastikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami bersumber resmi dari BMKG.

Baca juga: Gempa 5,4 SR di Banten, Kagetkan Warga Kota Tasikmalaya: Saya Lagi Duduk, Terasa Kursi Bergoyang

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved