Breaking News:

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Pernah Ikut Lingkaran Setan, 'Dulu Gak Ada Main Tampar'

Selama aktif di kegiatan kepramukaan saat sekolah di SMAN 1 Ciamis tersebut, ia tidak pernah merasakan kegiatan-kegiatan yang bersifat kekerasan

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Andri M Dani
Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata 

Laporan Kontributor Ciamis, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMISBupati Pangandaran H Jeje Wiradinata ternyata alumnus SMAN 1 Ciamis tamatan tahun 1984.  Ia pernah jadi ketua kelas (KM) dan aktif di kegiatan kepramukaan sekolah tersebut.

Nama SMA Negeri 1 Ciamis jadi perbincangan setelah muncul kejadian anggota Pramuka jadi korban kekerasan saat kegiatan Pramuka. Mereka mengikuti tradisi Lingkaran Setan untuk memilih pimpinan sangga.

Sabtu (15/1) siang, H Jeje Wiradinata sempat berkunjung ke SMAN 1 Ciamis. Ia mendatangi rumah teman sekelasnya dulu di SMAN 1 Ciamis, Ibu Wiwin yang kini menjadi guru di SMPN 1 Ciamis.

Baca juga: Mau Kunjungi Korban Lingkaran Setan, Vespa Wagub Jabar Malah Mogok di Simpang Kodim Ciamis 

Baca juga: Korban Lingkaran Setan Perpeloncoan Pramuka SMAN 1 Ciamis Berjumlah 18 Siswa, Ini Kata Polda Jabar

Rumah Ibu Wiwin yang berada tidak jauh dari Kampus SMAN 1 Ciamis di lingkungan Lembur Balong Ciamis tersebut beberapa hari lalu ludes terbakar.

“Tadi juga sempat berkunjung ke rumah Ibu Wiwin, dan sempat ke sekolah (SMAN 1 Ciamis). Nggak tahu kalau di sekolah ada kegiatan Pak Wagub,”  ujar Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Tribun dan wartawan lainnya, Sabtu (15/1).

Selama bersekolah di SMAN 1 Ciamis, Jeje mengaku aktif di kegiatan kepramukaan dan menjadi  ketua kelas (KM).

“Sama teman-teman sekelas sering mengadakan pertemuan. Minimal setahun sekali reunian,” ungkap Jeje sembari menyebut sejumlah nama-nama yang cukup dikenal di Ciamis yang merupakan teman sekelasnya saat di SMAN 1 Ciamis.

Karena berasal dari kampung menurut Jeje, ia tidak terlalu banyak aktif di kegiatan ekskul.

“Saya kan berasal dari kampung, anak nelayan. Di sekolah tidak terlalu banyak aktif. Aktifnya di kegiatan kepramukaan. Juga jadi KM,” katanya.

Selama aktif di kegiatan kepramukaan saat sekolah di SMAN 1 Ciamis tersebut, menurut Jeje, ia tidak pernah merasakan kegiatan-kegiatan yang bersifat kekerasan.

 “Paling juga bentak-bentak. Tidak ada main tempeleng dan saling pukul. Makanya kaget juga, kalau sekarang di zaman milenial moderen ini malah ada kegiatan yang bersifat kekerasan di ekskul kepramukaan. Sampai ada yang harus dirawat di rumah sakit. Tentu kejadian ini cukup mempritahinkan.  Dan jangan sampai terulang kembali,” ujar Jeje yang juga mantan Ketua DPRD Ciamis serta mantan Wabup Ciamis tersebut.

Setelah Kabupaten Pangandaran berdiri, mekar dari induknya Kabupaten Ciamis, Jeje Wiradinata terpilih jadi bupati pertama Kabupaten Pangandaran dan kemudian terpilih kembali untuk periode kedua.

Salah seorang siswa SMAN 1 Ciamis yang menjadi korban insiden kekerasan dalam kegiatan ekskul kepramukaan  tesrebut menurut Jeje berasal dari Pangandaran.

“Sekarang dirawat di RSUD Pandega Pangandaran. Biayanya kami tanggung (perawatan dan pengobatan), gratis,” katanya. (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved