Breaking News:

3 Pencuri Besi PT KAI Dapat Restorative Justice, Langsung Bebas, Apa Itu Restorative Justice?

Tiga pelaku pencurian besi milik PT KAI di Subang dibebaskan setelah berdamai dengan PT KAI. 

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Tiga pelaku pencurian besi milik PT KAI di Subang, dibebaskan setelah berdamai dengan PT KAI. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Tiga pelaku pencurian besi milik PT KAI di Subang dibebaskan setelah berdamai dengan PT KAI

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dodi Gazali Emil mengatakan, upaya perdamaian atau resorative justice dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang. 

"Penuntut umum Kejaksaan Negeri Subang telah melakukan upaya perdamaian antara pihak PT KAI dengan terdakwa yang didampingi oleh masing-masing orang tua para terdakwa," ujar Dodi, dalam keterangannya Sabtu (15/1/2022). 

Baca juga: Aksi Pencurian Tabung Gas LPG 3 Kilogram, Terekam CCTV di Sukabumi, Ini Kronologinya

Baca juga: Ketika Kakek Caslam Jadi Perhatian Pegiat Medsos, Toto Korban Pencurian Tetap Giat Berjualan Sayur

Dalam pertemuan itu, kata dia, terdakwa meminta maaf atas perbuatannya. PT KAI yang diwakili manager area Daop 3 Cirebon dan head litigation manajer pun, menerima permintaan maaf para terdakwa. 

"Para terdakwa tidak akan mengulangi perbuatan tersebut baik terhadap PT KAI maupun di tempat lain," katanya. 

Sebelumnya, ketiga pelaku ini melakukan pencurian besi bekas di lokasi penampungan aset PT KAI, di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Minggu 24 Oktober 2021. 

Kasus itu diproses hingga pengadilan. Dalam prosesnya, jaksa penuntut umum melakukan upaya restorative justice dengan mendamaikan antara pelaku dan korban. 

"Dengan hasil persetujuan Jampidum dalam penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative pada perkara yang dimaksud berdasarkan  Pasal 5 Pedoman Jaksa Agung Republik Indonesia nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative," ucapnya. 

Terdapat beberapa pertimbangan yang membuat ketiganya disetujui restorative. Pertama, terdakwa baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari lima tahun serta barang bukti atau nilai kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved