Breaking News:

Liga 1 2021

Pemain Persib Bandung Mainnya Jorok, Pengamat: Pantas Saja Kalah dari Bali United

agresivitas para pemain Bali United FC seolah dibiarkan oleh para pemain tengah dan bertahan, yang seharusnya  menutup pergerakan lawan

Editor: Machmud Mubarok
Tribunnews/Muhammad Nursina
Pemain Persib Bandung Bruno Cantanhede mencoba menembus kepungan rapat pemain Bali United pada laga lanjutan Liga 1 2021 di Gianyar, Kamis (13/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gol semata wayang dari Stefano Lilipaly di menit 39 membuat Persib Bandung harus menyerah dari Bali United FC dengan skor tipis 0-1, pada pekan ke-19 lanjutan BRI Liga 1 Tahun 2021/2022 yang berlangsung di Stadion Gelora Ngurah Rai Denpasar, Kamis (13/1/2022).

Kekalahan dari Bali United FC ini membuat Maung Bandung harus rela melepaskan posisi puncak klasemen sementara, kepada Arema FC yang meraih kemenangan 2-0 dari PS Sleman di hari yang sama.

Pengamat sepak bola yang juga mantan Sekretaris Persib Bandung era 1998-2000, Wawan Dermawan menilai, terus ditekan Bali United FC sejak babak pertama pertandingan, membuat para pemain Persib Bandung tidak mampu mengembangkan permainan.

Baca juga: Persib Kalah 0-1 dari Bali United, Maung Bandung Tersungkur dari Puncak Klasemen

Baca juga: Arema FC Libas PSS Sleman 2-0, Singo Edan Berhasil Kudeta Posisi Persib di Puncak Klasemen

Bahkan beberapa operan antar pemain pun, kerap kali tidak menemui sasaran yang tepat, sehingga mudah direbut para pemain lawan.

"Seluruh pemain Persib tampil di bawah peforma terbaiknya. Sepanjang 45 menit babak pertama, para pemain yang terus ditekan, sangat panik dan banyak melakukan kesalahan, hingga pelanggaran yang tidak perlu sehingga merugikan tim, terbukti dengan dua kartu kuning yang diberikan wasit bagi dua pemain Persib," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, agresivitas para pemain Bali United FC seolah dibiarkan oleh para pemain tengah dan bertahan, yang seharusnya  menutup pergerakan lawan sebelum masuk kotak pertahanan Maung Bandung.

Bahkan, pemain belakang pun kerap melakukan kesalahan antisipasi, sehingga mudah ditembus pemain lawan.

"Lini belakang banyak melakukan kesalahan fatal, seperti posisi Zalnando dan Igbonefo yang terus dieksploitasi para penyerang lawan. Alhasil pada menit 39, gol dapat dilesakkan oleh pemain yang digadang-gadang akan berkostum Persib yakni Stefano lilipaly, melalui tandukan kepalanya umpan bola dari Ricky Fajrin. Intinya babak pertama tim Persib kurang agresif, banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dan bermain jorok," ucapnya.

Wawan melihat, absennya Marc Klok sebagai pengatur tempo dan mengalirkan bola antar lini pun sangat berpengaruh dan tidak dapat diperankan oleh pemain penggantinya.

Bahkan, di babak kedua meskipun Robert Rene Alberts memainkan empat pemain yang berposisi striker, gol penyama tetap tidak dapat tercipta. Meskipun, banyak peluang di depan gawang, tapi tidak bisa dimanfaatkan sebagai gol.

"Selain itu, umpan-umpan jauh yang tidak efektif masih terus dilakukan para pemain Persib. Bola yang seharusnya dialirkan dengan operan pendek, justru dilepaskan jauh-jauh dan tidak menemui pemain yang dituju. Kalau ada Marc Klok pasti bola akan lebih banyak di bawah, bukan jauh-jauh kayak tadi," ujarnya.

Wawan menambahkan, karena pelatih memasang empat stiker di menit 80, membuat pos gelandang bertahan dan menyerang harus diperankan M. Rashid. Kondisi ini tentu menguras fisik dan konsentrasi pemain asal Palestina itu, sehingga kerap melakukan pelanggaran, dan di hukum kartu kuning di penghujung laga.

"M. Rashid juga kelihatan bekerja sendirian di tengah. Kelihatan dia juga frustrasi di akhir-akhir pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa minimnya strategi dari Robert Alberts setiap kali menghadapi tim-tim besar di liga 1. Saya minta di pertandingan selanjutnya harus ada evaluasi agar Persib lebih baik dan rebut kembali puncak klasemen dari Arema FC," katanya. (Cipta Permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved