Breaking News:

Sosok Putri, Pelajar Kuningan yang Juara Catur, Belum Rasakan Perhatian dari Percasi dan Pemkab

Kemampuan Putri bermain catur ternyata karena belajar secara otodidak. Awalnya ia hanya melihat - lihat orang tuanya saat main catur di rumahnya

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Putri, pelajar SMP Negeri 1 Kuningan saat main catur di kontrakannya, Kamis (12/1/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sosok Putri Addawiyah (14) tercatat sebagai pelajar di SMP Negeri 1 Kuningan ini sekaligus sebagai Atlit Catur tingkat pelajar mengaku hingga sekarang belum pernah mendapat perhatian dari Pengurus Cabang Catur Indonesia (Percasi) maupun Pemda Kuningan setempat, Kamis (13/1/2022).

"Semenjak mengikuti pertandingan catur di beberapa daerah, dalam mewakili Kabupaten Kuningan itu belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah ataupun pengurus  Cabor Catur," kata Putri didampingi Ibunya, Sumiati (42) saat ditemui di kontrakannya, di Jalan RE Martadinata, Kuningan, Jawa Barat.

Putri mengawali karier sebagai atlet pelajar saat duduk di bangku sekolah dasar kelas dua.

"Pertama mengikuti lomba tingkat Kecamatan Cigugur dan diteruskan mengikuti pertandingan Kejurda 2016 di Bogor," kata Putri lagi.

Baca juga: Marak Bisnis Internet Ilegal di Kuningan, Diskominfo Kuningan Buka Suara

Baca juga: 5 Fakta Warga Bakar Motor Sendiri Gara-gara Ditilang Polisi di Kuningan, Nomor 5 Mengejutkan!

Sewaktu di Bogor, Putri mengatakan, bisa meraih juara hingga membawa piala, medali dan uang pembinaan.

"Waktu ke Bogor itu sama mamah, terus semasa tinggal di sana. modal hidup dan untuk bekal dari mamah aja," katanya.

Kemampuan Putri bermain catur ternyata karena belajar secara otodidak. Awalnya ia hanya melihat - lihat orang tuanya saat main catur di rumahnya. Karena sering lihat hingga tertarik dan bisa membawa daerah Kuningan di kelas permainan catur tingkat pelajar.

"Awalnya bisa catur itu hanya lihat saja. Terus, pas mau bertanding itu tertarik dan sempat tanya ayah, tentang fungsi bidak catur itu sendiri. Mulai dari bagaimana jalannya pion, kuda, luncur perwira, kuda hingga menjalankan benteng dan patih," katanya.

Dari kesiapan tadi, kata Putri bersama orang tuanya sering bertanding mewakili Kuningan.  Pertandingan yang pernah diikuti itu seperti turnamen catur, selain di Bogor itu ada di Cirebon dan Majalengka.

"Ikut main catur di luar daerah itu, pada tahun 2017 di Cirebon dan tahun 2018 di Majalengka. Mengikuti pertandingan paling bergengsi itu pada tahun 2016 itu di Bogor, karena waktu itu Putri peserta berusia paling muda," ujarnya.

Sumiati (42), sang ibu berharap anaknya ini bisa mendapat perhatian. Sebab, selama mengikuti pertandingan catur itu pakai modal sendiri.

"Ya kami suka ikuti Putri saat mengikuti pertandingan catur itu, biaya pribadi. Bayangkan setiap ikut pertandingan catur itu minimal lima hari dan itu biaya kami sendiri," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved