Breaking News:

Jasa Raharja Pastikan Korban Tabrak Lari di Stadion Bima Cirebon Dapat Jaminan Perawatan Rp 20 Juta

Jasa Raharja memastikan korban tabrak lari di Stadion Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, mendapatkan jaminan biaya perawatan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Cirebon, Okto Arif Primanto 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jasa Raharja memastikan korban tabrak lari di Stadion Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, mendapatkan jaminan biaya perawatan.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Cirebon, Okto Arif Primanto, mengatakan, besaran biaya perawatan yang diberikan Jasa Raharja kepada korban mencapai Rp 20 juta.

Menurut dia, pemberian biaya perawatan itu pun sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Baca juga: Sebelum Tabrak Dua Pengendara Motor, Pelaku Tabrak Lari di Stadion Bima Cirebon Ancam Tukang Parkir

"Kami juga telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan atau guarantee letter untuk RS Permata Cirebon," kata Okto Arif Primanto saat ditemui di Jasa Raharja Perwakilan Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (13/1/2022).

Ia mengatakan, surat tersebut dikeluarkan sebagai jaminan bahwa biaya pengobatan atau perawatan korban yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit dijamin Jasa Raharja.

Besaran jaminan yang diberikan biaya perawatan maksimum Rp 20 juta dan menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimum Rp 1 juta, serta ambulans maksimum Rp 500 ribu.

Baca juga: KABAR Baru Kasus Subang, Danu Disebut Bohong Saat Beri Kesaksian, Pengacara Yosef Singgung Soal BAP

Namun, pihaknya memastikan pelaku tabrak lari yang berinisial RNM tidak mendapatkan jaminan biaya perawatan meski turut mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pasalnya, luka yang dialami RNM disebabkan dihakimi massa, dan bukan diakibatkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu (8/1/2022) di dua lokasi berbeda tersebut.

Di antaranya, di kawasan Stadion Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dan simpang empat Cideng, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

"Jangankan pelaku, korban kecelakaan kalau tujuannya dalam rangka tindak kejahatan tidak mendapat jaminan biaya perawatan maupun santunan," ujar Okto Arif Primanto.

Baca juga: Ibu Bidan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Praktiknya, Suami Serahkan Diri ke Polisi, Ini Sebabnya

Saat ini, petugas Polres Cirebon Kota juga telah menetapkan RNM dan rekannya yang berinisial CH sebagai tersangka kasus tabrak lari serta kepemilikan obat terlarang.

Bahkan, dari pemeriksaan tes urine terhadap tersangka juga menunjukkan hasil positif mengonsumsi psikotropika jenis Benzodiazepine (BZO).

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved