Breaking News:

Gadis di Bandung Barat Dibius Lalu Diperkosa Kakak Ipar, Setiap Hari Dipaksa Minum Obat Penenang

Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk menangani kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan NJ (40) terhadap adik iparnya

Tribun Maluku
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk menangani kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan NJ (40) terhadap adik iparnya berinisial LS (13) warga Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Terkait dugaan kasus tersebut, anggota Satreskrim Polres Cimahi telah menerima laporan dari keluarga LS.

Laporan tersebut diterima personel dari Unit Harta Benda (Harda) yang sedang melaksanakan piket.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi, Ipda Yuhadi mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya akan langsung melakukan penyelidikan untuk menangkap terduga pelaku.

Baca juga: Setelah Perang dengan Haikal Hassan, Habib Kribo Kini Dikecam Diduga Hina Bangsa Arab dan Trending

"Perkara tersebut baru akan dilimpahkan ke Unit PPA untuk kemudian ditindaklanjuti penyelidikannya," ujar Yuhadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/1/2022).

Pelaporan kasus dugaan pemerkosaan itu dilakukan langsung oleh pihak keluarga didampingi oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

"Besok baru perkaranya dilimpahkan ke Unit PPA, jadi hari ini baru mengeluarkan LP. Untuk penanganannya juga menunggu pelimpahan dulu," katanya.

Baca juga: Berat Badan Tukul Arwana Turun Drastis Akibat Penyakit yang Diidapnya, Ini Keterangan Manager

Seperti diketahui, kejadian ini terungkap setelah korban menceritakan aksi bejat pelaku kepada saudaranya, hingga akhirnya perbuatan terduga pelaku itu diketahui pada awal Januari 2022 lalu.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB,  Dian Dermawan mengatakan, perbuatan terduga pelaku itu dilakukan hampir setiap hari sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

"Korban mengaku telah dirudapaksa (perkosa) setelah diberikan obat bius yang dicampur minuman agar tidak sadar," ujarnya.

Dian mengatakan, setiap harinya korban sering dipaksa oleh pelaku untuk minum tiga butir obat penenang yang dicampur minuman keras, sehingga korban pun tak berdaya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved