Breaking News:

Kasus Herry Wirawan

EKSPRESI Herry Wirawan Saat Dituntut Hukuman Mati Bikin Kajati Jabar Kaget, Tak Sesuai Perkiraannya

Sebuah kejadian yang diperkirakan Kajati Jabar,  Asep N Mulyana saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa Herry Wirawan, tidak terjadi

Editor: dedy herdiana
(Foto Kejati Jabar)
Herry Wirawan pelaku rudapaksa 13 santriwati dituntut hukuman mati, kebiri dan identitasnya disebarkan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebuah kejadian yang diperkirakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar,  Asep N Mulyana saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa Herry Wirawan di Pengandilan Negeri Bandung, tidak terjadi.

Kajati Jabar yang turun langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus Herry Wirawan pelaku rudapaksa 13 santriwati mengira akan muncul ekspresi rasa sedih atau menyesal pada diri terdakwa, namun nyatanya tidak.

Ekspresi raut wajah Herry Wirawan dinilai jaksa seolah tak menyesal saat dituntut hukuman mati dan kebiri kimia dalam kasus rudapaksa 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: MUI Dukung Tuntutan Hukuman Mati untuk Herry Wirawan, Hakim Sebaiknya Kabulkan Tuntutan Jaksa

Hal itu yang membuat jaksa yang membacakan tuntutan terkejut.

Jaksa menilai, pada umumnya saat seorang terdakwa dituntut hukuman mati, setidaknya meneteskan air mata.

Air mata tersebut sebagai ungkapan rasa menyesal.

Namun, hal itu tidak terjadi pada Herry Wirawan yang dihadirkan langsung di PN Bandung, Selasa (11/1/2022).

JPU yang tak lain adalah Kajati Jabar Asep N Mulyana pun mengaku terkejut.

Asep merasa heran dengan ekspresi Herry. Menurutnya, selama 25 tahun menjadi jaksa, ekspresi Herry Wirawan lain daripada terdakwa lain.

Ia mengatakan, terdakwa akan histeris atau menangis ketika dituntut hukuman mati. Herry Wirawan justru terlihat tenang.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved